Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

31 Jul 2016

Catatan Perjalanan : Hualien, Taroko National Park

Orang ketika melihat lukisan pemandangan gunung yang bagus, indah, nampak mirip seperti aslinya, seketika kemudian pasti ia memuji sang pelukisnya.
Orang ketika melihat foto bukit, pepohonan dan panorama alam yang indah, seketika kemudian pasti ia memuji sang fotografernya.
Lantas, mengapa orang ketika melihat pegunungan, bukit dan pepohonan yang asli, langsung dengan mata kepala sendiri, terkadang masih lupa untuk memuji Allah SWT Tuhan yang Maha Pencipta?
Alhamdulillah, bersama para sahabat, masih diberi kesempatan untuk bertafakur alam mengagumi ciptaan Allah yang luar biasa. Semoga menjadikan diri semakin bersyukur.
Hualien, 26 Syawal 1437 H




24 Jul 2016

Catatan Wisuda



Alhamdulillah, segala kehormatan, kecerdasan dan kemuliaan hanya untuk Allah SWT, Tuhan semesta alam. Setelah hampir kurang lebih 2 tahun bergulat dengan studi dan penelitian, akhirnya kemarin resmi sudah melepas status sebagai mahasiswa untuk yang kedua kalinya.

Sungguh tak pernah membayangkan bisa sampai ke jenjang pendidikan ini, dan semuanya selesai dengan beasiswa. Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Dan yakinlah, saat segala urusanmu merasa selalu dimudahkan, ketahuilah bahwa saat itulah doa kedua orang tuamu sedang dikabulkan.
 

Kepada seluruh guru, pembimbing, sahabat dan rekan-rekan, kami ucapkan terima kasih atas segala doa dan dukungan yang telah diberikan. Semoga kita semua tetap bisa istiqomah dalam menuntut ilmu dan pengetahuan. Never stop learning, because life never stop teaching.
 

Jika telah selesai dari satu urusan, maka segera kerjakanlah urusan yang lain."
 

Taipei, 19 Syawal 1437 H

18 Jul 2016

"Apakah buhul pemberian dari kyai itu termasuk juga dalam perbuatan syirik?"



"Apakah buhul pemberian dari kyai itu termasuk juga dalam perbuatan syirik?"

Jawabannya iya [1]. Dan bisa dipastikan itu bukan kyai, tapi dukun yang berkedok kyai. Kyai ahlussunnah wal jama'ah tidak mungkin memberikan rajah, buhul atau jimat yang sejenisnya untuk menjamin keselamatan seseorang. Bagi seorang mukmin minta keselamatan itu caranya mudah dan murah, angkat tangan ucapkan sholawat dan tahmid, lalu berdoa, setelah selesai ucapkan aamiin [2]. Selesai. Mudah. Murah. Tidak perlu bawa jimat ke sana kemari. Tidak perlu beli jimat yang harganya sampai puluhan juta [3].

Memang tidak dipungkiri bahwa masih cukup banyak di antara masyarakat kita yang terjerumus dalam praktik syirik akbar namun karena kurangnya ilmu sehingga mereka tidak menyadarinya. Tidak heran, sebab biasanya para dukun itu memang lihai, acapkali mereka memakai identitas kyai, berbaju jubah dan sorban, berpenampilan meyakinkan untuk mengelabui pasiennya.

Ini contoh jimat, jimat keselamatan dari kyai katanya, rajah bertuliskan arab yang tidak jelas apa maknanya, dimasukkan ke dalam minyak kayu putih. Konon, kalau ada masalah, cukup oleskan minyak kayu putih yang sudah dicelupi rajah itu sambil baca bismillah tanpa nafas. Kalau masalah masih banyak, sementara minyaknya sudah habis maka bisa re-fill / isi ulang (memangnya air galon bisa diisi ulang?) Kalau isi ulang lagi tentu harus bayar lagi ke dukunnya. Dari sinilah si dukun cari duit.

Jangan mudah tertipu dengan dukun berkedok kyai gadungan. Ust. Arifin Ilham pernah berpesan dalam ceramahnya [4] bahwa ciri utama dukun berjubah kyai diantaranya ialah mereka selalu memberikan azimat atau amalan-amalan yang tidak syar'i. Selain itu mereka juga memasang tarif, biasanya menggunakan bahasa 'mahar', 'infak', disertai ancaman kalau tidak segera diobati maka pasien akan mati, kalau uang tidak segera ditransfer, doanya tidak akan sampai, penyakit tidak sembuh, dan sebagainya. Dan terakhir, kyai palsu itu biasanya menggunakan nama-nama kedigjayaan semacam Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Pinter, Ki Segoro Langit, Kyai Rebo, dsb.

Tak ada kata terlambat untuk berbenah diri. Mari bersihkan akidah kita dari segala penyakit kesyirikan. Jangan takut sial, jangan takut celaka. Insya Allah dengan tauhid yang bersih, ibadah kita akan lebih khusyuk, hidup kita akan lebih tenang dan terjaga.

Referensi :
[1] Intisari Q.S Az Zumar:38, HR. Ahmad 4: 445
[2] Adab berdoa, H.R Tirmidzi 3476, H.R Abu Dawud 1481
[3] http://www.keongbuntet.com/?galeri-mustika-keong-buntet, http://www.pusatbendabertuah.com/, http://www.pusakamajapahit.com/all-product/, http://www.mistikjawa.com/?57%2Ckijing-rajah-kalija, http://www.jualmustika.com/katalog/ (BUKAN UNTUK DIBELI, tapi untuk DIWASPADAI, jika punya barang serupa, jangan ragu untuk dimusnahkan)
[4] Ilham, Arifin; 9 Ciri Dukun Berbaju Ulama; (2014) sumber: http://www.fimadani.com/9-ciri-dukun-berbaju-ulama-menurut…/

2 Jul 2016

Memories Of Hong Kong



I just thank to Allah, the only one God for all of the blessings. It’s a great honor and privilege for me to be here with a lot of professors from The University of Hong Kong, one of the best and reputable university in Asia (2nd rank; top-universities, 2016). Keep spirit and just continue travelling around the globe.

Pokfulam, 25 Ramadhan 1437 H

9 Jun 2016

Tentang Lurus dan Rapatnya Shof dalam Shalat


Untuk kesekian kalinya saya dapat komplain dari teman Egypt, Pakistan, Maroko, dan kemarin yg terbaru komplain rekan dari Jordan. Perihal meluruskan dan merapatkan shof sholat.

"Kenapa orang-orang Indonesia itu tidak mau merapatkan shof ketika sholat? Bayangkan, jarak shof mereka kebanyakan hampir selalu lebih dari satu jengkal. Ketika saya rapatkan kaki, eh mereka malah menghindar. Saya tempelkan lagi, menghindar lagi. Lalu saya malah dipelototin kayak mau ngajak berantem. Heran saya"
 
Kurang lebih begitulah aspirasi WNA untuk kita jamaah nusantara yang sedang ada di tanah air orang. Saya pun hanya terdiam, mendengarkan dengan sedikit menganggukkan, sambil berucap senyum dalam hati, wah ini bapak baru ketemu satu dua orang saja sudah heboh begini protesnya, nggak bisa dibayangkan klo bapak ini sholat di Indo dan ketemu kejadian serupa, bisa duel beneran mungkin nanti ya :)

Rapat dan lurus adalah bagian dari kesempurnaan sholat [1]. Jangan risih kalau ada tetangga sholat lalu mereka menempelkan kaki dengan kaki dan bahu dengan bahu [2], karena memang begitulah sunnahnya. Pria dan wanita sama saja.

Sahabat Anas bin Malik r.a, menjelaskan, "Dulu, salah seorang di antara kami menempelkan bahunya dengan bahu teman di sampingnya serta kakinya dengan kaki temannya..." [2]

Mungkin sebagian dari kita kalau sholat terkadang masih kurang khusyu', suka menghayal kesana kemari, banyak kekurangannya. Semoga lurus dan rapatnya shof sholat kita ketika berjamaah bisa menjadi penutup segala kekurangan sholat kita tersebut.

Keterangan :
[1] H.R Muslim
[2] Diterangkan dalam H.R Bukhori

19 Mei 2016

Hanya Orang yang Kurang Iman saja yang masih Takut Tidak Kebagian Rezeki




Beberapa waktu lalu usai sholat isya, tak sengaja saya diundang makan bersama keluarga besar muslim Pakistan di TGM. Selama punya facebook, rasanya baru kali ini saya ikut trend kekinian upload foto dulu sebelum makan.

Bukan menu makanannya yang membuat istimewa, meski sebenarnya di situ ada sejenis nasi biryani khas Pakistan yang diramu bersama  gulai kambing lengkap dengan kaldu sedapnya. Yang membuat sedikit berpikir adalah, sejenak diri ini terbesit bahwa nasi yang ada dihadapan saya ini, saya tidak tahu dari mana berasnya, yang tanam padinya siapa, yang panen siapa, yang beli siapa, sampai yang masak siapa, semuanya saya sama sekali tidak tahu, tapi anehnya tiba-tiba saja itu semua datang di depan saya.

Begitu juga dengan daging kambingnya ini. Kambingnya ini milik siapa saya tak tahu, dari mana asalnya, lalu kemudian tiba-tiba muncul begitu saja di depan saya hanya sekedar untuk siap saya makan. Ajaibnya lagi, saya tinggal makan saja, tanpa harus repot nyembelih kambingnya, tanpa perlu repot harus masak dan ngasih bumbunya. Hebatnya lagi, kalau daging ini habis, tanpa perlu diminta sang petugas akan langsung dengan tanggap isi ulang nasi dan dagingnya lagi, dan ini bisa terus berlangsung sampai para tamu semuanya kenyang. Jangan lupa dan ini semua gratis. Kebahagiaan anak rantau tentunya :)

Kalau diingat dengan sedikit saja perenungan, bukankah ini hal yang luar biasa? Betapa tidak, posisi saya dari tempat awal sholat tadi ke tempat makan ini mungkin hanya beberapa langkah saja. Dan sekarang coba dibandingkan, berapa puluh ribu langkah yang harus ditempuh si daging kambing dan semua makanan tersebut untuk mendekati saya (?)

Jadi kalau kembali dipikirkan, sebenarnya mana yang lebih hebat, manusia mendatangi rezeki atau rezeki mendatangi manusia?

Sungguh, sebenarnya hanya orang-orang yang kurang iman saja yang masih takut kalau tidak kebagian rezeki.

Akhirnya kembali diri ini tercerahkan untuk menerjemahkan kebenaran apa yang disabdakan Rasul SAW. “Sesungguhnya rizki akan mengejar seorang hamba sebagaimana ajal mengejarnya” (H.R. Ibnu Hibban)

Kita memang tidak tahu rezeki kita ada dimana, tapi sebaiknya kita yakin bahwa rezeki kita tahu kita ada dimana.

Bukankah katamu, rezeki itu sudah pasti sementara surga itu belum pasti?
Lalu kenapa kau rela bersusah payah untuk sesuatu yang sudah pasti namun melupakan sesuatu yang belum pasti?

H-17 Ramadhan, ayo bersih-bersih hati..

15 Apr 2016

Membenahi Pola Pikir

Sekolah SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, Sarjana 4 tahun, Master 2 tahun, dan sekolah Doktor 3 tahun. Totalnya kurang lebih selama 21 tahun manusia bersekolah yang mana tujuannya tidak lain adalah agar masa depannya cerah, agar segala target kebutuhan di dunianya terpenuhi.

Sekarang bandingkan. Hadir di majelis taklim, seminggu sekali durasi 2 jam. Setahun ada 52 minggu, artinya hanya ada 104 jam dalam setahun atau jika misal umur manusia 60 tahun, maka ia hanya mengeluarkan waktu sekitar 9 bulan saja dari keseluruhan hidupnya yang ia gunakan untuk hadir di majelis taklim. Dan majelis taklim ini dihadiri katanya adalah untuk bekal akhirat.

Singkatnya, manusia rela menghabiskan waktu selama 21 tahun untuk mengejar kehidupan dunianya yang hanya 60 tahun, tetapi ia hanya rela mengeluarkan waktu 9 bulan saja untuk meraih kehidupan akhirat yang sudah diyakini durasi waktunya adalah kekal tak terhingga. 

Bukankah ini salah satu bentuk kekeliruan pola pikir?

Kira-kira lebih masa depan mana, masa 60 tahun hidup di dunia atau masa yang selama-lamanya di akhirat?

Maka, mari mulai dari sekarang kita ubah cara berpikir keliru yang seperti ini. Masa depan itu bukanlah masa setelah lulus kuliah, bukan pula masa saat sudah mendapat rumah dan pekerjaan yang mapan. Masa depan yang hakiki adalah masa setelah kematian, di mana harta dan benda yang telah dengan kerja keras dikumpulkan tidak akan berguna sedikit pun jika tak diinfaqkan di jalan yang benar.

Beramallah sebelum semuanya terlambat. Bisa jadi saat ini dunia adalah nyata dan akhirat hanyalah cerita, namun setelah mati dunia hanya akan jadi cerita dan akhiratlah yang menjadi nyata.

10 Apr 2016

Tentang Hafidz Cilik


Baiklah, hari ini mendapat tamparan cukup keras agar diri ini kembali serius untuk melakukan muhasabah. Tausiyah syaikh Ali Jabeer dan 'Syaikh' Rasyid, anak usia 8 tahun yang telah berhasil menyimpan seluruh kalamullah di dalam qolbunya itu membuat kami tak berhenti menahan kagum dan haru.
Sebenarnya fenomena anak usia dini yg berhasil menjadi hafidz quran ini sudah bukan menjadi sesuatu yang asing di telinga masyarakat. Apalagi setelah maraknya program hafidz cilik di telivisi, selain Rasyid juga muncul nama-nama lain seperti Luqman, Azza, dan Musa yang sudah sering mewakili Indonesia di ajang program lomba tahfidz internasional.
Testimoni paling populer yang sering diucapkan hadirin (termasuk juga si empunya status) usai melihat fenomena penampilan hafidz cilik ini adalah, "Saya juga kepingin punya anak seperti itu, hafidz quran, masih kecil sudah pinter tilawah. Gimana caranya?"
Karena penasaran, saya sempatkan tadi tanya sepintas ke Bapak Rasyid, apa resepnya dan bagaimana tips-tipsnya. Setelah saya catat dan saya coba juga pelajari dari berbagai sumber, kurang lebih seperti berikut :
1. Niat sungguh-sungguh dari orang tua untuk menjadikan anaknya hafidz Quran
2. Memperbanyak do'a kepada Allah
3. Orang tua selalu menjaga diri dari perbuatan maksiat
4. Ketika istri mengandung, suami & istri memperbanyak baca al quran dan memperdengarkan sang janin dengan al quran
5. Ketika anak sudah lahir maka jauhkan dari TV dan musik yang tak bermanfaat 
6. Anak umur 2 tahun ajarkan huruf hijaiyah
7. Anak umur 3 tahun mulai latih menghafal Quran. Pada umur ini anak akan mudah mengingat
8. Orang tua hendaknya punya amalan andalan yang bisa dijadikan wasilah untuk terkabulnya do'a, misalnya istiqomah sholat tahajud atau sholat dhuha setiap hari
9. Sebelum itu semua, silakan cari calon umminya dulu, sebab semua itu tidak akan bisa terlaksana kalau anda masih jomblo smile emoticon
Kata-kata andalan yang sering saya bisikkan ke dalam diri untuk motivasi ialah,
"Ingatlah, anak bisa hafidz qur'an sekali-kali bukanlah karena jasa orang tuanya, bukan pula jasa guru/ustadz yang mengajarinya, melainkan itu semua merupakan rahmat dan kasih sayang Allah swt kepada para hamba yang telah dipilih-Nya. Maka sebenarnya, tugas kita sebagai orang tua bukanlah sibuk tentang bagaimana cara mengajari anak, tapi sibuklah bagaimana memperbaiki diri agar kita pantas dan layak mendapatkan rahmat Allah swt untuk menjadi orang tua seorang anak yang hafidz qur'an."
Semoga kita tidak menjadi orang yg hanya merasa kepengin-kepingin saja tanpa ada action nyata yang dilakukan ‪#‎jleb‬.

27 Mar 2016

Muslimah di Asia Timur


Memang tidak sedikit jumlah muslimah bercadar yang bekerja di sini. Komunitas mereka memang dikenal aktif menggalang bantuan untuk Palestina, Suriah, dan negara-negara muslim lainnya yang terkena bencana [1]. Di setiap aktivitas sosial mereka itu, para mbak-mbak ini memang tak sungkan dan tak malu untuk memakai cadar, menampilkan atribut sunnah kepada masyarakat Taiwan sekaligus dakwah tentang pentingnya memakai hijab syar'i bagi muslimah. Masya Allah, saya pribadi sempat takjub diiringi kagum (kagum yg sifatnya wajar, bukan yg aneh2). Bagaimana tidak, di tengah komunitas non-muslim seperti itu ditambah dengan derasnya isu-isu negatif tentang islam dan teroris, ternyata tidak membuat para mbak-mbak itu kecil hati untuk tetap berpakaian syar'i. Subhanallah.

Kemudian, entah ada angin apa, tiba-tiba kemarin isu Islamic State (a.k.a ISIS) digoreng lagi di sini [2]. Imbasnya, hampir semua atribut keislaman khususnya cadar mendapat perhatian serius aparat keamanan Taiwan. Maka tak heran, kembali sebagian Taiwanese di sini diselimuti ketakutan, khawatir negara mereka kemasukan teroris. Imbas yang lain, sebagian muslimah menjadi terganggu pekerjaannya, tiba-tiba didatangi polisi, diinterogasi, ditanya ini itu, kamu isis atau bukan, dll [3]. Intinya, aparat khawatir, dan sebagian muslimah yang berhijab syar'i non cadar pun terkadang sesekali terganggu akibat pemeriksaan aparat yang memang sudah phobia dengan ISIS.

Maka, karena hukum cadar ini memang perkara yg masih menjadi ikhtilaf [4], sebaiknya kita semua bisa lebih arif dan bijaksana dalam bersikap. Selama kondisi belum kondusif, cadar untuk sementara bisa diganti dulu dengan masker. Insya Allah ini tidak mengurangi esensi disyariatkannya hukum memakai cadar. Ini tidak lain hanyalah untuk meminimalisir terjadinya salah paham yang berpotensi menimbulkan problem lain yang lebih besar. Pemerintah Taiwan sebenarnya sudah relatif lebih bersahabat dengan komunitas muslim jika dibandingkan dengan pemerintah China daratan, di mana kita di sini sudah banyak diberikan fasilitas mushola yang akhir-akhir ini terus bertambah jumlahnya [5], sholat di tempat umum, di pinggir jalan pun tidak ditangkap aparat. Seharusnya kita bersyukur.


Tentunya kita juga tidak ingin agenda-agenda dakwah di bumi Formosa ini menjadi terganggu hanya karena problem salah paham dan masalah yang kurang esensial. Tentu kita tetap ingin dakwah ODOJ terus berjalan, kita tidak ingin tabligh akbar dilarang, kita tidak ingin dakwah on the street kampanye hijab syar'i menjadi terhenti bukan? Maka terapkanlah fiqhul dakwah dan fiqhul waqi', fiqih dakwah memahami realitas, situasi dan kondisi [6]. Sampaikanlah dakwah itu dengan hikmah [7]. Akan menjadi kurang berarti jika kita bersikukuh mengamalkan sunnah akan tetapi justru membuat orang lain lari karena kelirunya kita memahami fiqih dakwah.


Tetap semangat dan mari saling bersinergi. Kami dari rekan mahasiswa insya Allah juga tidak tinggal diam melawan isu fitnah ISIS ini. Beberapa waktu lalu, salah satu organisasi kemahasiswaan muslim internasional bekerja sama dengan imam Masjid Taipei Grand Mosque mengadakan seminar singkat yang membedah perbedaan ISIS dengan Islam yang rahmatan lil 'alamin [8]. Insya Allah dengan kuasa dan izin dari-Nya, masyarakat Taiwan sedikit demi sedikit akan tercerahkan melalui wasilah ini.


Tulisan ini dibuat untuk tujuan nasihat semata dan sama sekali tidak ada niat untuk melakukan penggembosan kepada pihak mana pun. Semoga kerja-kerja dakwah kita senantiasa mendapat kemudahan dan ridho dari Allah swt. Teruslah berdakwah, karena di setiap langkah kita terdapat amanah yang harus ditunaikan.


Referensi :


[1] Informasi dari courtesy https://www.youtube.com/watch?v=tx_UYGtWML8

[2] Fokustaiwan, 2016, http://focustaiwan.tw/news/aipl/201603230030.aspx
[3] www.de-yuan.com, 2016, http://www.de-yuan.com/…/tkw-pakai-cadar-suruh-lepas-oleh-p…
[4] Buku fiqh 4 Mazdhab
[5] Fokustaiwan, 2015, http://focustaiwan.tw/news/asoc/201509210016.aspx
[6] Fiqh Al Waqi', Syaikh Nashiruddin Al Albani, Syaikh Yusuf Qordhowi
[7] Q.S An-Nahl:125
[8] Fabroyir, Hadziq, 2016.

17 Mar 2016

Ujian Kesempatan



Ternyata, tidak semua kesempatan datang untuk diambil. Ada kalanya dan bahkan mungkin sering kali kesempatan itu datang sebagai ujian. Ujian untuk keteguhan hati kita pada sesuatu yang lebih pertama kita putuskan dan lebih pertama kita pilih.
 
Bisa jadi di tengah mengerjakan tugas akhir yang begitu sibuk, penat dan menjemukan, ada kesempatan ini dan itu yang sangat menarik. Bermunculan pilihan ini dan itu yang begitu menggiurkan. Apakah harus diambil? Atau jangan-jangan itu hanya untuk menguji keteguhan hati kita dalam memilih dan mengerjakan prioritas pertama kita?

Di tengah kita mencintai seseorang yang sudah dengan susah payah kita perjuangakan, lalu muncul kesempatan dari orang lain yang mungkin lebih mudah. Apakah harus diambil? Bukankah itu mungkin hanya untuk menguji keteguhan hati kita pada yang mula-mula kita pilih? Ujian kesempatan.

Jadi sebenarnya, kesempatan itu merupakan ujian yang mungkin paling tidak kita sadari. Kesempatan-kesempatan ‘emas’ yang datang, yang membuat kita menjadi bimbang dan ragu pada pilihan kita yang sebelumnya. Kesempatan yang membuat kita berpikir ulang tentang pilihan-pilihan kita sendiri. Menggoyang prioritas kita, menyelisih hati kita.

Seandainya semua kesempatan itu kita ambil, mungkin kita akan menjadi orang yang terus terombang ambing. Sesungguhnya ini adalah ujian. Ujian kesempatan. Dan kita akan bisa belajar tentang keteguhan hati dari setiap kesempatan yang datang dan akan selalu datang dalam jalinan cerita kehidupan kita.

Tidak semua kesempatan yang datang itu harus diambil. Hati-hatilah...
Ya... hati-hatilah mengenali kesempatan, karena bisa jadi itu adalah ujian.

*digubah dan ditulis ulang dari karya Kurniawan Gunadi "Ujian Kesempatan", di tengah balada mahasiswa tingkat akhir antara studi Doktoral dan merajut masa depan.

versi audio bisa didengar di sini :

13 Mar 2016

Taipei Menghadapi Gerhana 2016


Berdasarkan pantauan arah gerak matahari, Insya Allah besok Taiwan dan beberapa wilayah sekitarnya akan mengalami gerhana matahari partial (partial solar eclipse) meskipun dampak prosentase gerhana hanya berkisar antara 20-40% saja [1]. Untuk wilayah Taipei diperkirakan akan mulai pukul 08:19, peak position pada 09:15, dan berakhir pada 10:15.

Salah satu sunnah yg disyariatkan bagi muslimin ketika 'melihat gerhana' ialah mengerjakan sholat gerhana [2], memperbanyak dzikir, istighfar dan sedekah [3].

Yang afdhol adalah sholat gerhana dilakukan secara berjamaah di masjid, meski demikian tetap dibolehkan jika seseorang itu melakukan sholat gerhana sendirian di rumah karena suatu sebab tertentu sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syafi'i dan Imam Nawawi.

Berkata Imam Syafi'i rohimahullah,

“Jika seorang laki-laki shalat kusuf (gerhana matahari) sendirian, kemudian mendapatinya kembali (dilaksanakan) bersama imam maka dia boleh shalat lagi sebagaimana yang boleh dia lakukan pada shalat fardhu. Demikian pula wanita, aku tidak melarang wanita yang parasnya tidak terlalu rupawan, juga untuk para wanita tua, anak-anak kecil untuk menghadiri jamaah shalat kusuf bersama imam, justru aku sangat senang mereka melakukan itu. Tapi yang berparas menawan aku sukai untuk shalat di rumah mereka masing-masing.” [4, 6]

Berkata Imam Nawawi rohimahullah,

“Siapa yang shalat sendirian maka dia tak perlu khutbah. Disunnahkan membaca dengan keras pada gerhana bulan dan pelan pada gerhana matahari. Inilah yang dikenal. Tapi Al-Khaththabi mengatakan, yang diambil dari madzhab Asy-Syafi’i adalah beliau membaca dengan keras pada shalat gerhana matahari.” [5, 6]

Kesimpulannya adalah boleh sholat gerhana dilakukan sendirian di rumah bagi pria maupun wanita, tanpa khutbah, namun tata cara shalatnya tetap sama dengan shalat gerhana secara berjamaah yakni dikerjakan dua rakaat dengan dua kali ruku' di setiap rakaatnya [6].

Kemudian yang juga perlu diketahui, bahwa sikap muslim ketika melihat gerhana ini seharusnya adalah dia merasa takut, cemas dan khawatir, karena memang begitulah yang sudah Nabi SAW contohkan. Beliau SAW khawatir akan terjadi hari kiamat [7]. Gerhana bukan merupakan waktu berpesta. Tidak seyogyanya seorang muslim saat gerhana tiba malah bersuka dan berfoto ria atau bahkan menggelar pesta yang menghadirkan artis ibu kota.

Semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan-Nya.

Referensi :

[1] www.timeanddate.com, 8 Maret 2016
[2] Intisari H.R Bukhori no. 1047
[3] Intisari HR. Bukhari no. 1044
[4] Penjelasan Imam Syafi'i dalam kitab Al Umm 1/281
[5] Penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Raudhatu Ath-Thalibin 2/85
[6] Penjelasan Ust. Anshari Taslim, Lc, Maret 2016
[7] Intisari HR. Muslim no. 912

28 Feb 2016

Kabarnya, Benda Itu Bernama Mustika Anti Ciloko (Catatan Tentang Dakwah Tauhid)



Beberapa waktu lalu, ba'da sholat maghrib sewaktu saya berbincang dgn beberapa teman, tiba-tiba ada seorang mas-mas yg datang dengan sedikit tergopoh menghampiri.


"Pak kenalkan, nama saya fulan saya punya teman namanya mbak fulanah. Minta tolong pak, sudah beberapa hari ini dia pucat, sering tiba-tiba pingsan. Dia ngaku klo sering dapat bisikan aneh kalau lagi sendirian. Kemarin sebenarnya dia sudah di ruqyah oleh seorang ustadz tapi belum selesai."

"Oh, lalu? apa ada yg bisa saya bantu?" tanyaku pelan.

"Minta tolong pak, tolong dia agar diruqyah." jawabnya.

"Wah, sampeyan salah orang mas. Saya bukan tukang ruqyah, bukan pula ustadz, saya cuma mahasiswa."

"Tapi bapak-bapak yang di depan masjid tadi menyuruh saya temui panjenengan."

"Baiklah, begini saja. Saya cuma bisa menyarankan, sampaikan kepada mbak fulanah bahwa terapi gangguan jin itu bisa disembuhkan dengan ruqyah syar'iyyah mandiri. Caranya dengan membaca ayat-ayat ruqyah, semisal dengan meniupkan bacaan al fatihah, ayat kursi [1], bacaan suratul ikhlas, al falaq, dan an naas sebanyak 3 kali pada tangan kemudian tangan diusapkan ke bagian tubuh, mulai dari kepala, wajah, terus sampai ke bawah. Ini semua dilakukan saat menjelang tidur [2]. Serta sampaikan kepada mbak fulanah agar selalu menjaga dzikir pagi petang secara rutin [3]."

"Kemudian yang kedua, silakan sampeyan tanyakan ke mbak fulanah, apakah dia atau ada diantara ahli keluarganya yang menyimpan benda-benda keramat semacam jimat, rajah, susuk, dan yang sejenisnya atau tidak. Jika iya, maka perintahkan kepadanya agar membuang semua benda-benda jimat yang dianggap keramat itu, karena biasanya memang itu yang membuat jin betah tinggal dalam tubuh seseorang. Diruqyah berulang kali pun akan tetap menjadi susah sembuhnya selama jimat atau rajah itu masih disimpan."

"Baik pak, terima kasih atas nasihatnya." sahutnya. Mas fulan pun berlalu sembari mengucap salam.

Kemudian malam harinya, masih di hari yang sama, salah seorang teman yang saat perbincangan dengan mas fulan tadi duduk disamping saya tiba-tiba menghubungi via chat.

"Mas, saya mau cerita. Saya selama ini kalau sholat kok terasa ada yang ngganggu ya, ada bisikan-bisikan aneh, susah khusyuk, mau hafalin quran tapi kayak quran nggak mau masuk ke kepala. Kira-kira kenapa ya?"

"Diingat-ingat dulu, kira-kira sampeyan ada dosa yang belum diistighfari atau tidak?" jawabku singkat.

"Begini mas, setelah tadi saya dengar penjelasan sampeyan saya jadi teringat sesuatu. Saya dulu dikasih sesuatu oleh orang tua, sejenis jimat, namanya mustika anticiloko. Kata orang tua saya disuruh simpan saja, biar selamat. Kira-kira, apa ini ya yang bikin saya sholatnya susah khusyuk dan sering dengar bisikan yang membuat hati gelisah."

"Bisa jadi. Silakan dibakar saja barang itu. Insya Allah nanti kondisi sedikit demi sedikit bisa membaik." Jawabku.

"Dibakar opo yo kobong to mas, iku lak besi? aku gak wani mbakar mas, wedi. Sesuk tak kekno sampeyan wae yo!"

"Yooo, sesuk gowonen nang mesjid."

Dan benar, setelah saya amati memang ini sejenis jimat. Dibungkus dalam kantong kain hitam dibumbui minyak wangi agar lebih mistis, plus tidak ketinggalan mantra keramatnya. Akhirnya, singkat cerita barang ini saya musnahkan.

Cerita ini memang tidak ada klimaksnya, tapi mungkin ada segelintir hikmahnya. Pertama, bahwa masih banyak sekali di tengah masyarakat kita yang membutuhkan dakwah tauhid untuk memberantas kesyirikan. Masih banyak yang tertipu dengan gulungan-gulungan kertas yg bertuliskan arab, bahkan ada juga yang berupa ayat al quran. Banyak yg berdalih, 'ini kan ayat al quran?'. Padahal sama saja, itu semua jimat meskipun tulisannya arab atau ayat quran.

Kedua, seorang da'i itu sebenarnya tidak perlu repot bersusah payah untuk membagus-baguskan perkataan agar dakwahnya diterima. Tidak perlu pula membuat untaian kalimat yang indah agar orang kagum terhadap ceramahnya. Tugas seorang da'i itu cukup membaguskan niat dan hatinya, membersihkan dirinya dari maksiat dan penyakit hati, sembari terus menuntut ilmu agar apa yang ia sampaikan adalah benar-benar kebenaran. Sebab jika semua aktivitasnya telah Allah ridhoi, maka Allah akan membantunya dan akan memberikan hidayah kepada mad'u nya (objek dakwahnya) dari arah yang tidak disangka-sangka.

Hikmah yang ketiga adalah, saat sudah banyak orang yang memanggil anda dengan sebutan pak (padahal dulunya anda selalu dipanggil 'mas' bahkan dipanggil 'dek'), dan kemudian sekarang anda banyak memanggil orang lain dengan kata 'sampeyan' maka yakinlah saat itu anda sudah tua. Maka janganlah menunda-nunda lagi dalam beramal dan beribadah. Ingat umur gan... :)

Demikian sekelumit cerita, terima kasih sudah berkenan membaca, semoga bermanfaat.

keterangan :
[1] Disadur dari intisari hadits riwayat Bukhori no. 3275
[2] Disadur dari intisari hadits riwayat Bukhori no. 5017
[3] Disebutkan dalam Q.S Al Ahzab ayat 41-42, Q.S Al Mu'min ayat 55

23 Jan 2016

Da’i Sejuta Ummahat

Berikut ini adalah tulisan dari pengalaman ustadz Hasan bin Hartono, yang menurut saya baik untuk dijadikan renungan para ikhwah, para thalib al ilm yang sedang mengarungi dunia dakwah di era digitalisasi modern. Berikut kutipannya,

----
Kira-kira, 80% taklim yang saya belajar di dalamnya tanpa hadirat akhwat. Yang ada akhwatnya cuma di Rawabambu, gedung Bank Mega dan Masjid Hijau Cilangkap. Sisanya murni hanya ikhwan, baik tua maupun muda.

Karena sebenarnya yang lebih butuh ilmu adalah IKHWAN. Yang seharusnya lebih banyak porsi menuntut ilmu adalah IKHWAN. Yang seharusnya lebih banyak adalah IKHWAN. Yang seharusnya lebih diutamakan dai untuk diajarkan adalah IKHWAN.

Maka, janganlah jadi 'dai sejuta ummahat' dan 'dai sejuta akhawat'. Harap hati-hati kalau sudah sampai derajat dai yang diidolakan banyak akhawat apalagi ummahat. Jangan sampai tanpa sadar, seorang dai menjadi sebab hancurnya rumah tangga orang.

Jangan kira jika ada akhwat atau ummahat mengidolakan dai tertentu itu selalu karena ilmunya. Hati-hati. Justru ada faktor lain. Mereka punya nafsu manusiawi juga. Terlebih kini ada fasilitas proyektor di kajian, apalagi video-video rekaman yang mengekspos wajah dai. Hati-hati.

Ingat peristiwa Teroris Sarinah belakangan ini? Ada polisi ganteng yang membuat banyak mata mojang, emak-emak dan janda gagal fokus. Padahal dia suami orang. Dumay bagian perempuan sempat goncang. Jangan dikira itu tidak terjadi pada akhawat pengajian. Terjadi. Cuma mereka lebih mahir menyembunyikan obrolan beginian, sebagaimana mahirnya menyembunyikan tubuh. Mereka manusia juga.

Tapi herannya,

Akhwat sekarang sudah pada jago menonaktifkan sisi narsis mereka di medsos. Sebaliknya, ikhwan mulai kena penyakit itu. Yang dulunya anti majang foto, kini mulai pajang foto berharap dikomentarin. Walau awalnya malu-malu. Dari bawah dulu, foto sendal dengan celana cingkrang, agar ada kesan apa? Beranjak ke atas, sampai lama kelamaan mulai pasang utuh walau sebelum utuh, muka disensor. Syukurnya, setelah sudah menyingkap hijabnya dan ekspos mukanya, kita sama-sama melihat teman-teman rata-rata...

...jelek...

Jadi, syukurlah tak banyak yang terfitnah.

Wahai ummahat, yang mengidolakan dai tertentu, bisa jadi tanpa antunna sadari, antunna lebih memorsikan diri memikirkan dai tsb dan lebih menyukainya dibanding suami sendiri. Bisa jadi cuma berawal dari nonton videonya, atau SMS, atau WA, dll. Anda milik suami Anda. Bukan beliau. Bisa jadi Anda lebih taat pada dai tsb daripada suami. Membela-bela ke kajiannya tanpa setahu suami, atau berdusta, atau.... lainnya. Bahkan bisa jadi Anda merasa suami ini sudah tak layak karena belum mengenal Sunnah dan alasan lainnya. Perlahan mulai berpikir cerai bahkan melisankannya.

Maka mari sama-sama sadari lebih teduh lagi, bahwa jenggot lebat dan cadar hitam bukan berarti tak bersyahwat. Kenalilah: ummahat, jika sudah seneng sama kajian dai tertentu, mereka bisa nekad. Dana bisa diserahkan banyak, dan itu bisa jadi fitnah. Hubungan bisa didekatkan, dan itu selalu jadi fitnah. Dan seterusnya. Semoga Allah jaga kita dari hal-hal ini.

Jangan menunggu sampai kita nyaho dulu baru jera. Kalau sudah terjerat, hasilnya takkan pernah indah. Dan laki-laki akan selalu diposisikan bersalah. Selalu. Apalagi laki-laki itu dai. Maka, justru ketika dirasat Anda banyak dikunjungi akhwat terlebih ummahat, maka takutlah. Takut dan berlindunglah.

Fitnah itu, imma harta, imma wanita, imma keduanya. Juga fitnah popularitas. Ustadz muda yang sudah kadung populer dan tenar, biasanya akan suka membantah dan ngejawab nasehat para sesepuh. Jika terus dipelihara kecongkakannya, maka mari sama-sama menunggu pahit di depan.

Semoga menjadi nasehat pahit yang berujung manis. Aamiin.

---

Foto ini Ini sodoran cerita-cerita dari seorang akhwat tadi tanpa saya minta. Ini baru satu cerita yang 'berani' diceritakan akhwat. Dan mesti masih banyak cerita-cerita yang tersembunyi, namun para dai harus tahu dan harus merenungi. Apa yang kami sampaikan bukan rekaan, bukan settingan.

SS ini sudah saya minta izin pada pencerita, nama, propic, nama masjid dan daerah saya tutup, karena fitnahnya besar. Tapi ibrahnya di cerita. Ibrahnya di cerita nyata. Inilah kenyataan. Bayangkan jika pipinya memerah malu sebenarnya karena melihat pesona sang dai (favorit) di layar besaaaar. Merah karena malu-malu suka namun tak bisa kabur kemana. Dan sebagiannya berusaha menunduk takut terfitnah. Dilematis. Terbalik.

Dan saya tidak berniat menebang kajian siapapun dengan ini, melainkan ini perlu tanbih dan inayah besar. Zaman sekarang, bukan hanya ikhwan terfitnah dengan akhwat, melainkan akhwat pun sangat rentan terfitnah dengan ikhwan apalagi du'at.

Jangan kira kalau sudah cadaran, berarti sudah tidak punya syahwat. Mereka juga manusia, dan bisa jadi ikhwanlah pemancingnya. Semoga Allah menjaga ikhwan baik thullab terlebih para du'at dan juga para akhwat. Semoga Allah rizkikan para anak ngaji ini terlebih du'at keikhlasan, yang tidak ringan nilainya karena tidak mudah menjaganya.

Jangan tanya dalil qath'iy tentang tidak bolehnya mengajar akhawat atau ummahat. Tapi tanyakan: 'apa jangan-jangan saya telah menjadi penyebab akhwat terfitnah akan diri saya?'

Dan semoga Allah ampuni kesalahan-kesalahan kita di bidang ini. Aamiin.

---


Kalau yang berikut ini adalah coretan ummahat yang lain, yang masih sesuai tema.
---

Fenomena akhwat atau pun ummahat "kesengsem" dengan sosok ustadz yang mengisi kajian sebenarnya waktu saya belum menikah dulu sudah terjadi (nostalgia 20 tahun yang lalu, back to the past).Sehingga saya tidak terlalu heran. Karena kita waktu itu belum punya suami maka kebanyakan para muslimah(yang belum menikah) kalau sudah ngumpul pasti membahas "sosok pemberi materi". Mereka sampai ada yang tahu sosok si pemberi materi ganteng atau tidak, tinggi atau pendek, jenggotnya lebat atau tidak, padahal yang memberi kajian di balik hijab lho saya sampai bingung dari mana mereka tahu.Entahlah, mungkin ada diantara kami yang tidak sengaja berpapasan dengan sang ustadz di jalan, wallahu a'lam.

Oh ya,..walau sudah ada hijab waktu kajian di masjid dan kebetulan hijabnya hanya berupa dinding dari bambu atau kayu yang ada lubang2nya saya melihat ada beberapa akhwat yang lebih sibuk 'memandangi ustadz' daripada menulis faidah yang di sampaikan ustadz. Tapi karena kita polos toh akhwat yang hadir di situ tidak ada yang mengeluhkan sikap atau tingkah beberapa akhwat yang seperti itu. Mungkin karena niat untuk datang untuk menuntut ilmu itu sangat berpengaruh pada hasil dan proses di kajian.

Yang ingin datang ke majelis ilmu untuk kopi darat di kajian walhasil ngobrol waktu ustadz ceramah, yang menuntut ilmu sebagai pelarian ada yang terkantuk-kantuk atau hampir tidur di kajian, yang mencari hiburan "cuci mata" yaa akhirnya sibuk melihat sosok pemberi materi walau hanya lewat lubang-lubang kecil tersebut..yang penting wajah ustadz bisa di lihat, tapi...yang benar-benar cari ilmu tidak sedikit yang saya liat sibuk mencatat dan sesekali kalau melewati ayat atau hadits yang mengena maka tissue pun berhamburan alias mata-mata para penuntut ilmu sudah basah dengan air mata.

Jadi memang niat kita hadir dalam menuntut ilmu sangat berpengaruh pada hasil dari menuntut ilmu tersebut. Terlebih ummahat yang sedang ada masalah dengan suaminya dan melarikan diri ke majelis ilmu bila tidak lurus niatnya bisa memburu ustadz setelah kajian untuk "curhat" tentang masalah rumah tangganya atau setidaknya menulis surat kepada ustadz (karena waktu itu belum ada telpon seluler). Dan tentu saja posisi wanita yang sedang ada masalah dengan suaminya kemudian hadir di majelis ilmu yang ustadznya ceramahnya sngat bagus terlebih bisa menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam posisi beliau sangat berbahaya sekali, tidak bisa dipungkiri munculnya benih-benih pengandaian,..andaikata suamiku ustadz tentu rumah tanggaku tidak akan seperti ini, andaikata suamiku punya ilmu tentu akan begini dan begitu rumah tanggaku, dan pengandaian2 lainnya dan bisa di bayangkan apa yang terjadi selanjutnya...

Untuk para suami yang memiliki istri dan hadir di kajian-kajian ustadz saya sangat berharap mereka punya kepekaan yang tinggi jangan sampai memiliki sifat masa bodoh apalagi cuek pada pasangannya. Hendaknya antum cek apakah istri antum mendapatkan faidah yang sama dengan antum waktu menghadiri kajian tersebut atau tidak, jangan sampai memperburuk suasana hati istri anda. Maksud saya boleh jadi ada benih-benih kekaguman tumbuh subur di sana yang bukan untuk anda tapi untuk sang ustadz karena kurangnya sensitif antum pada sang istri. Apakah antum tidak merasa cemburu seseorang mengambil hati istri antum? Iya jasadnya bersama antum tapi hatinya tidak! Hati wanita itu sangat lemah ia mudah terpesona pada sesuatu yang tidak bisa kaum laki-laki pikirkan. Bila istri antum tidak bisa banyak menjelaskan faidah kajian yang di dapat ahsan antum selamatkan istri antum untuk tinggal di rumah dan ajari sendiri karena itu antum jangan sampai malas hadir ke majelis ilmu agar bisa mengajari istri sendiri.

Untuk saya pribadi kalau saya hadir dalam majelis ilmu dan pematerinya adalah syaikh maka suami saya selalu mengingatkan saya, agar hanya mendengarkan dan menyimak materinya saja bukan orangnya. Dan ketika saya pulang beliau selalu menanyakan materi yg saya dapat untuk memastikan saya benar-benar belajar bukan untuk yang lainnya. Seorang istri bila sudah mendapatkan amanah seperti itu maka ia akan takut walau suaminya tidak ada bersamanya tapi Allah pasti mengawasinya dan akan meminta pertanggung jawaban di akhirat nanti. Semoga para suami tidak melalaikan masalah ini.

Sebenarnya ini tantangan buat kita para akhwat serius belajar syari'ah agar para saudarinya yang membutuhkan ilmu agama tidak perlu belajar dengan lawan jenisnya. Untuk menghindari dan menutup pintu fitnah. Semoga semakin banyak para ustadzah dan da'iyyah yang mau terjun di lapangan membuka kajian khusus akhwat di masa mendatang aamiin.






Tanggapan:

Itu di zaman video, layar dan kamera kajian masih asing. Kalau sekarang bagaimana?

Adapun untuk solusi, sepertinya harus secara kolektif dan sinergis. Dari pihak dai, harus sering mengingatkan akan keikhlasan dan menyinggung masalah ini. Dari pihak penyelenggara, kalau bisa proyektornya jangan terlalu mengekspos wajah dai (yang enak dipandang) apalagi jika HD dan detail sampai helai jenggotnya terhitung. Dari pihak akhwat, harus sering menata hati lagi dan meninggalkan sebab-sebab keburukan ke depannya. Kalau ada layar besar berwajah dai yang menggagalkan fokus, maka menyingkirlah ke samping dan cukup dengar tanpa melihat. Kalau tergoda, istighfar. Kalau sulit saking kuat godaannya, maka keluar saja pulang dan minta tolong sama Allah untuk menemukan cara yang terbaik menuntut ilmu.

Selagi hadir di kajian tertentu BUKAN SATU-SATUNYA cara menuntut ilmu bagi akhwat, maka hadir di kajian yang gambar wajah dainya menggoda hati juga BUKAN SATU-SATUNYA cara menuntut ilmu bagi akhwat. Lebih baik menonton video kajian dai yang berwajah tidak menggoda bahkan katakanlah 'jelek' atau sudah dimakan usia, tapi ilmunya tersalurkan dan nempel berkah, daripada sudah jauh-jauh hadir, tapi hati tergoda dan ilmunya kosong. Dosa dapat, pahala bisa hancur.

---

Demikian kutipan singkat ini, semoga bisa menjadi pengingat utamanya untuk diri saya pribadi.
Wallahu ta'ala a'lam.

19 Jan 2016

Terkait Fatwa Syaikh Fauzan tentang Syaikh Al Arifi


Telah beredar rekaman video seperti berikut, berisi wawancara syaikh Shalih Al Fauzan yang ditanya berkaitan soal Syaikh Al Arifi, Dr. Aidh Al Qarni, dan Syaikh Salman Al Audah. Jika dilihat sepintas kesimpulan kalam syaikh Fauzan adalah menggiring pendengar untuk meninggalkan para dai'-dai tersebut.

Tanggapan :

Sebaiknya jangan isti'jal dalam menghakimi dan menghukumi saudaranya muslim yang lain, apalagi hanya dengan bermodalkan potongan audio. Khawatir ini hanyalah ulah sebagian oknum yg hasad kepada para da'i tsb.

Dalam dunia audio visual jaman sekarang ini hendaknya harus ekstra hati-hati atas berbagai macam tuduhan, fitnah dan tahdzir serampangan yg dalam beberapa kasus memang acapkali dilakukan oleh jamaah tahdziry. Cukup sering dijumpai mereka usil melakukan pemotongan qoul ulama kibar, mengambil sebagian perkataan saja dan meninggalkan perkataannya yang lain sehingga mengaburkan maksud inti dari kalam seorang kibarul masyaikh.

Jika pun audio itu benar, hendaknya rekaman tersebut disikapi dengan inshof. Dalam kesempatan yang lain sudah jamak diketahui bahwa syaikh Shalih Al Fauzan juga beberapa kali melayangkan pujian kepada syaikh Al Arifi, memperbolehkan duduk bermajelis dengannya dan beristifadah. Serta ada banyak lagi qoul ulama kibar lain selain syaikh Fauzan semacam syaikh bin Baz yang memberikan tazkiyah kepada Syaikh Al Arifi dan para da'i tsb.

Artinya para ulama dan masyaikh kibar sejatinya memang sudah melakukan jarh wa ta'dil dengan tepat, mengkritik seperlunya terhadap kekeliruan yang ada serta tetap adil dan mengakui bahwa para da'i tersebut juga memiliki kebaikan-kebaikan dan kontribusi kepada ummat yang seharusnya tidak menjadikan mereka ditinggalkan.

Jangan mudah tertipu dan cepat percaya hanya karena melihat 'casing' fatwa yang diklaim sebagai qoul ulama kibar tapi tidak tahu history qoul qodim dan qoul jadid ulama tersebut seperti apa. Dan jangan pula jadi recehan yang kalau ketemu recehan lainnya jadi berisik. Tekuni belajar bahasa Arab, bersikaplah dewasa dan bijaksana. Di akhir zaman ini kita butuh persatuan ummat bukan perpecahan dan perselisihan yang tak kunjung ada habisnya.


link video :

https://www.facebook.com/akhfauzan/videos/vb.1725739048/10201230132591796/?type=2

22 Okt 2015

Mau Masuk Salafi Mana?

 
Realita yang memilukan.
  • Syaikh Yahya Al-Hajuri (murid senior Syaikh Muqbil) mentahdzir Ustadz Luqman Ba'abduh CS. 
  • Ustadz Dzulqarnain dan Ustadz Afifuddin mentahdzir Ustadz Firanda Andirja dan Radio Rodja. 
  • Ustadz Luqman Ba'abduh mentahdzir Ustadz Dzulkarnain CS dan memfatwakan bahwa Dzulkarnain CS adalah MLM (Mutalawwin La'ib Makir). 
  • Ulama muda Salafi dari madinah, yakni Syaikh DR.Abdullah Al-Bukhari menyebut Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi'i khawarij, meyebut Ust.Firanda Dajjal, menyebut Ust.DR.Ali Musri pendusta khabits. 
  • Ustadz DR.Ali Musri di tahdzir Ustadz Luqman Ba'abduh, sedangkan Ust.Luqman Ba'abduh di katakan MALING oleh Ustadz Ali Musri karena pernah mencuri kitab seharga kurang lebih 200 juta. 
  • Ustadz Agus Hasan Bashori dan Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi di tahdzir oleh Ustadz Abdurrahman At-Tamimi dan di vonis sebagai Sururi. 
  • Sedangkan Ustadz Abdurrahman at-Tamimi CS di tahdzir sebagai Hizbi oleh para pengikut Ustadz Faisal Usamah Mahri CS. 
  • Ustadz Indra Al-Medani, Syaikh Utsman Shalih Al-Ifriki, dan Salafi STAI Aly As-Sunnah medan di tahdzir oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Medani CS dan dianggap sebagai Hizbi, manhajnya tidak jelas, dst. 
  • Syaikh Salim Bin 'Ied Al-Hilali dituduh pencuri oleh mereka yang kontra Syaikh Yahya Al-Hajuri. 
  • Syaikhain Ibnai Bazmul (dua bersaudara) mentahdzir Syaikh Ali Hasan Al-Halabi. 
  • Syaikh Rabi' bin Hadi Al-Madkhali menyebut Syaikh Ali Hasan Al-Halabi sebagai ahli bid'ah dan mentahdzirnya. 
  • Sedangkan Syaikh Falih bin Naafi' Al Harbi mentahdzir Syaikh Rabi'. 
  • Di Mesir juga demikian, dua murid Syaikh Al-Albani yakni Syaikh Muhammad Hasan dan Syaikh Abu Ishaq Al-Huwaini disebut mubtadi' (ahli bid'ah) oleh murid-muridnya Syaikh Muqbil. 
  • Ulama sekaliber Syaikh Ibnu Jibrin ditahdzir oleh Syaikh Yahya An-Najmi sebagai ikhwani (ikhwanul muslimin). 
  • Ulama Salafi Syaikh Hasan bin Abdullah Qu'ud menyindir Syaikh Rabi' bahwa bahasa Arab Sayyid Quthub sekelas mahasiswa sedangkan bahasa Arab Syaikh Robi' masih sekelas anak-anak i'dadi (pemula). 
  • Syaikh Abdul Aziz bin Manshur Al Kinani mentahdzir Syaikh Robi: dan membuat kitab khusus membantah "kesesatan" Syaikh Robi' berjudul Ar-Raddu 'Alal-Ad'iyatis-Salafiyah setebal 239 hal. 
  • Syaikh Abu Utsman As-Salafi mentahdzir Syaikh Robi' dengan menulis kitab khusus berjudul "61 Ashlan Faasidan lifirqati murji'ah al khuluf: Ra-Rabi'iyun".
Demikianlah faktanya. Lantas, ke "Salafi" mana saya harus masuk ? Semuanya mengaku paling SALAFI dan selainnya adalah Ahli Bid'ah, Hizbiyyah, dholaalah, dll. !!?? 
  • Kalau saya masuk Salafi Rodja, saya di tahdzir oleh Salafi Dzulkarnain. Padahal Ust.Dzulkarnain adalah murid yang diakui oleh Syaikh Shalih Fauzan. 
  • Kalau saya masuk Salafi Ustadz Dzulkarnain, saya di tahdzir oleh Salafi Luqman Ba'abduh. Padahal Ust.Luqman Ba'abduh adalah murid Syaikh Muqbil dan diakui oleh Syaikh Robi'. 
  • Kalau saya masuk Salafi Ustadz Luqman Ba'abduh, saya di tahdzir oleh Salafi Syaikh Yahya Al-Hajuri. Padahal Syaikh Yahya Al-Hajuri adalah pewaris utama dakwah Syaikh Muqbil Bin Hadi Al-Wadi'i di markaz dakwah darul hadits, dammaj, yaman. 
  • Kalau saya masuk Salafi Ust.Abdullah Hadrami, Ust.Agus Hasan Bashori, Ust.Khalid Basalamah, Ust.Ahmad Rofi'i, saya di tahdzir oleh Salafi STAI Ali Bin Abi Thalib surabaya. 
  • Kalau saya masuk Salafi STAI Aly As-Sunnah medan, maka saya di tahdzir oleh para pengikut Abu Ihsan Al-Medani CS. padahal STAI Aly As-Sunnah medan itu punya silaturahmi baik dengan Bpk.Patrialis Akbar (Mantan Menkuham) dan menjalin kerjasama Dakwah.
Lantas, manakah Salafi paling murni ?? Manakah Salafi sejati yang murni 24 karat ? 
 
Bersambung . . . 

Catatan bersama MTYT


Bersama keluarga besar MTYT Taipei dalam kajian rutin bulanan, kali ini membahas tentang kemuliaan Bulan Muharram dan meluruskan ritual tradisi kaum muslimin di bulan Suro.

Berikutnya, bagi rekan mahasiswa dan siapa saja yang ingin bergabung bisa datang pada hari Ahad, tiap pekan ke-4 jam 14.00 di Taipei Grand Mosque.

Pertemuan kali ini terasa istimewa karena kami kedatangan saudara baru. Bapak Wang, salah seorang warga asli Taiwan telah resmi berikrar dua kalimat syahadat dan kini berganti nama menjadi Muhammad Wang.

Salah satu alasan yang menjadikan beliau mantap memeluk agama islam adalah karena konsep ketuhanan dalam islam yang logis dan rasional, yakni Tuhan yang satu yang tidak perlu disimbolkan atau digambarkan dengan sesuatu apa pun juga.

Semangat berpikir rupanya telah mengantarkan beliau mendapat hidayatul al 'Aqal (hidayah melalui akal), dan biasanya orang yang masuk islam karena berpikir akan memiliki semangat yang baik dalam berislam ke depannya.

Semoga beliau bisa teguh dalam keimanan dan mampu istiqomah dalam menjalankan syariat islam secara kaffah sehingga bisa menjadi tambahan kekuatan kaum muslimin untuk menyampaikan risalah dakwah islam di bumi Formosa.

Neraka, Dragon Ball, dan Shinto

 
-Intermezzo-

Barusan liat dragon ball movie fukatsu. Di situ Freeza yg hidup kembali, bercerita soal pengalamannya ketika disiksa di neraka.

Freeza berkata pada menit 54:38, "Neraka bumi memang mengerikan. Tak hanya kekuatanku yang dihilangkan. Aku dibalut seperti kepompong, dan digantung di tengah padang bunga dengan tempat yang cerah di mana ada malaikat dan peri tinggal. Dan bersamaan, aku harus menyaksikan boneka yang imut dan lucu, menari-nari dan bernyanyi."

Ini menarik, sebab apa yg diucapkan Freeza tersebut senada dengan Sabda Rasullullah SAW saat menggambarkan keadaan surga dan neraka.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Surga itu diliputi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, dan neraka itu diliputi hal-hal yang menyenangkan." (HR. Muslim IV/2174 no.2822, At-Tirmidzi IV/693 no.2559, dan Ahmad III/284 no.14062)

Dari ini muncul pertanyaan, apakah agama Shinto yang menjadi kepercayaan mayoritas masyarakat Jepang itu juga meyakini konsep surga, neraka, dan akhirat? Jika iya, mungkinkah konsep surga dan neraka mereka sama dgn islam?

*Rileks sejenak sambil persiapan menikmati malam minggu.

http://www.indoakatsuki.net/watch.php?vid=7f09c9d5d

13 Okt 2015

Sebenarnya, dia di mana?




Sebenarnya, dia di mana?

Jika dia di seberangnya lautan, maka tak cukup sekedar berteriak dan memanggil namanya. Jika dia ada di langit, maka untaian pinta sang doa adalah cara terbaik untuk meraihnya. Dan itu semua harus diperjuangkan.

Jauhnya jarak terbentang seyogyanya tak lekas membuat diri terhempas. Laut dan langit yang tertatap, tetaplah sama bukan? Ataukah sudah berbeda?

Kun anta tazdada jamala...

16 Sep 2015

Catatan Awal Dzulhijah 1436


Alhamdulillah, dari hasil sidang isbat Kemenag kemarin, tanggal 14 September sore petang ini sudah masuk tanggal 1 Dzulhijah. Dengan demikian puasa Arofah akan jatuh pada 23 September 2015 dan Idul Adha pada Kamis, 24 September. Keputusan ini sama dengan yang ditetapkan dengan Kerajaan Saudi.
Dan perlu diingat bahwa terakhir kali memotong kuku dan rambut bagi yang sudah niat berkurban adalah sore ini saat sudah masuk waktu maghrib. Larangan tersebut berlaku hingga hewan qurban disembelih.
Sudah jamak diketahui bahwa 10 hari pertama Dzulhijah merupakan hari-hari yang utama. Maka sebaiknya kesempatan ini bisa dijadikan sbg momentum titik baliknya iman dan amal sholih yg dulu sempat loyo pasca Ramadhan. Memperbanyak puasa dan istighfar pada rentang waktu itu, serta bertakbir muthlak (yang dilakukan pada setiap saat, siang ataupun malam sampai matahari terbenam tanggal 13 Dzulhijah) dan juga takbir muqoyyad (yang dilakukan setiap selesai sholat fardhu dari sejak pagi hari ‘Arafah setelah shalat Subuh 9 Dzulhijah sampai shalat Ashar akhir hari Tasyriq 13 Dzulhijah) adalah sebagian contoh amalan afdhol pada bulan Dzulhijah selain Haji dan Qurban.
Semoga para jamaah haji dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji mabrur. Musibah yang kemarin terjadi di tanah suci seyogyanya bisa menjadikan ibadah haji semakin khusyuk dan semakin menyadarkan bahwa manusia itu lemah dan tak berdaya dihadapan Rabb-nya. Semoga berkah, dan selamat memilih kambing

29 Agu 2015

ITS : Gerakan Cinta Subuh !

 
 
Kabar gembira datang dari tanah air tepatnya di (eks) almamater, kampus perjuangan ITS Surabaya wa bil khusus dari masjid Manarul Ilmi. Setelah beberapa waktu lalu TL sempat gempar lantaran foto jamaah sholat dhuhur di ITB, sekarang muncul foto gerakan sholat subuh berjamaah di masjid kampus Manarul Ilmi ITS.
 
Gerakan cinta subuh di ITS ini dimotori dan dikampanyekan langsung oleh rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES. Ph.D yg berkolaborasi dengan institusi BEM ITS serta Lembaga Dakwah Kampus JMMI ITS.
 
Beliau tak malu menyampaikan bahwa gerakan ini terinspirasi dari kebijakan pemerintah Turki yang mampu bertransformasi menjadi negara mandiri tanpa bantuan pinjaman dari luar negeri. Hal itu dilakukan oleh pemerintah Turki melalui tiga program nasional mereka, yakni gerakan sholat subuh di masjid, gerakan infaq sodaqoh dan gerakan ekonom umat.
 
"Saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya karena harus berangkat di sepertiga malam terakhir. Namun, saya ucapkan selamat karena Anda berhasil melawan kantuk dan malas. Sesungguhnya inilah esensi spiritual ketika kalian masuk pertama kali di ITS, bukan hanya mengejar gelar, namun Anda mengawali kuliah di ITS ini untuk mencari ridho Allah swt." (Hermana, 2015)
 
Program yang tadi diikuti oleh lebih dari 5000 jamaah sholat subuh itu juga diisi tausiyah oleh Ustadz Budi Ashari, da'i kondang pengisi acara Khalifah TRANS 7.
 
Kami berharap kebijakan dan gerakan ini bisa ditiru oleh seluruh kampus di Indonesia. Semoga ke depan gerakan sholat subuh berjamaah ini bisa istiqomah serta dapat dilakukan secara sadar oleh setiap individu muslim secara umum. Sebab, ummat islam tak akan menang dan mencapai puncak kejayaan sebelum jumlah jamaah sholat subuh sama dengan jumlah jamaah sholat Jumat !
 
‪#‎SelamatBerjuang‬.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India