27 Mar 2016

Muslimah di Asia Timur


Memang tidak sedikit jumlah muslimah bercadar yang bekerja di sini. Komunitas mereka memang dikenal aktif menggalang bantuan untuk Palestina, Suriah, dan negara-negara muslim lainnya yang terkena bencana [1]. Di setiap aktivitas sosial mereka itu, para mbak-mbak ini memang tak sungkan dan tak malu untuk memakai cadar, menampilkan atribut sunnah kepada masyarakat Taiwan sekaligus dakwah tentang pentingnya memakai hijab syar'i bagi muslimah. Masya Allah, saya pribadi sempat takjub diiringi kagum (kagum yg sifatnya wajar, bukan yg aneh2). Bagaimana tidak, di tengah komunitas non-muslim seperti itu ditambah dengan derasnya isu-isu negatif tentang islam dan teroris, ternyata tidak membuat para mbak-mbak itu kecil hati untuk tetap berpakaian syar'i. Subhanallah.

Kemudian, entah ada angin apa, tiba-tiba kemarin isu Islamic State (a.k.a ISIS) digoreng lagi di sini [2]. Imbasnya, hampir semua atribut keislaman khususnya cadar mendapat perhatian serius aparat keamanan Taiwan. Maka tak heran, kembali sebagian Taiwanese di sini diselimuti ketakutan, khawatir negara mereka kemasukan teroris. Imbas yang lain, sebagian muslimah menjadi terganggu pekerjaannya, tiba-tiba didatangi polisi, diinterogasi, ditanya ini itu, kamu isis atau bukan, dll [3]. Intinya, aparat khawatir, dan sebagian muslimah yang berhijab syar'i non cadar pun terkadang sesekali terganggu akibat pemeriksaan aparat yang memang sudah phobia dengan ISIS.

Maka, karena hukum cadar ini memang perkara yg masih menjadi ikhtilaf [4], sebaiknya kita semua bisa lebih arif dan bijaksana dalam bersikap. Selama kondisi belum kondusif, cadar untuk sementara bisa diganti dulu dengan masker. Insya Allah ini tidak mengurangi esensi disyariatkannya hukum memakai cadar. Ini tidak lain hanyalah untuk meminimalisir terjadinya salah paham yang berpotensi menimbulkan problem lain yang lebih besar. Pemerintah Taiwan sebenarnya sudah relatif lebih bersahabat dengan komunitas muslim jika dibandingkan dengan pemerintah China daratan, di mana kita di sini sudah banyak diberikan fasilitas mushola yang akhir-akhir ini terus bertambah jumlahnya [5], sholat di tempat umum, di pinggir jalan pun tidak ditangkap aparat. Seharusnya kita bersyukur.


Tentunya kita juga tidak ingin agenda-agenda dakwah di bumi Formosa ini menjadi terganggu hanya karena problem salah paham dan masalah yang kurang esensial. Tentu kita tetap ingin dakwah ODOJ terus berjalan, kita tidak ingin tabligh akbar dilarang, kita tidak ingin dakwah on the street kampanye hijab syar'i menjadi terhenti bukan? Maka terapkanlah fiqhul dakwah dan fiqhul waqi', fiqih dakwah memahami realitas, situasi dan kondisi [6]. Sampaikanlah dakwah itu dengan hikmah [7]. Akan menjadi kurang berarti jika kita bersikukuh mengamalkan sunnah akan tetapi justru membuat orang lain lari karena kelirunya kita memahami fiqih dakwah.


Tetap semangat dan mari saling bersinergi. Kami dari rekan mahasiswa insya Allah juga tidak tinggal diam melawan isu fitnah ISIS ini. Beberapa waktu lalu, salah satu organisasi kemahasiswaan muslim internasional bekerja sama dengan imam Masjid Taipei Grand Mosque mengadakan seminar singkat yang membedah perbedaan ISIS dengan Islam yang rahmatan lil 'alamin [8]. Insya Allah dengan kuasa dan izin dari-Nya, masyarakat Taiwan sedikit demi sedikit akan tercerahkan melalui wasilah ini.


Tulisan ini dibuat untuk tujuan nasihat semata dan sama sekali tidak ada niat untuk melakukan penggembosan kepada pihak mana pun. Semoga kerja-kerja dakwah kita senantiasa mendapat kemudahan dan ridho dari Allah swt. Teruslah berdakwah, karena di setiap langkah kita terdapat amanah yang harus ditunaikan.


Referensi :


[1] Informasi dari courtesy https://www.youtube.com/watch?v=tx_UYGtWML8

[2] Fokustaiwan, 2016, http://focustaiwan.tw/news/aipl/201603230030.aspx
[3] www.de-yuan.com, 2016, http://www.de-yuan.com/…/tkw-pakai-cadar-suruh-lepas-oleh-p…
[4] Buku fiqh 4 Mazdhab
[5] Fokustaiwan, 2015, http://focustaiwan.tw/news/asoc/201509210016.aspx
[6] Fiqh Al Waqi', Syaikh Nashiruddin Al Albani, Syaikh Yusuf Qordhowi
[7] Q.S An-Nahl:125
[8] Fabroyir, Hadziq, 2016.

3 komentar:

Rizkia Fadhilah mengatakan...

Judulnya kayak hafal~~

Ahmad Fauzan 'Adziimaa mengatakan...

iya, hehe. afwan, syukron. barakallahufiik.

Rizkia Fadhilah mengatakan...

Afwan, wafiikum baarakallaah.. *telat* :)

Posting Komentar

Pribadi seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India