10 Jun 2013

Karena yang Muda Tak Perlu Banyak Bicara

Pemuda, memang sebuah kata yang sudah terlalu sering diperbincangkan sebagai agen yang diharapkan mampu untuk membawa bangsa dan negara ini bangkit dari segala keterpurukan. Berbagai macam teori dan gagasan penyemangat telah ditu
liskan untuk membakar semangat para pemuda untuk dapat berkontribusi secara riil dalam membangun masyarakat. Namun sudah seberapa terasakah peran pemuda dalam memajukan bangsa ini?

Tercatat jumlah pemuda Indonesia pada Oktober 2012 adalah sebesar 69 juta jiwa. Sebanyak itulah generasi muda Indonesia. Sebesar itulah kekuatan jiwa muda bangsa Indonesia. Namun sudah seberapa besar kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia? Mungkin sebagian orang akan mengatakan, “Negeri ini masih biasa-biasa saja, masih jauh dari maju”. Dapat dikatakan bahwa pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah. Mengapa? Karena generasi muda sekarang adalah objek dari pembangunan negeri, bukan subjek. Pembangunan dan taat kelola negeri ini seringkali masih didominasi oleh generasi berumur yang telah kekurangan ide-ide segar untuk mengelola negeri. Maka jangan heran jika pemuda hanya bisa menjadi penonton dan penikmat pembangunan negeri yang sebenarnya tidak begitu enak ditonton apalagi dinikmati. 

Jika pemuda minim kontribusi, tak sepenuhnya mereka dapat dipersalahkan. Mengapa? Karena terlihat adanya ketidakpercayaan dari generasi berumur terhadap generasi muda untuk mengelola pembangunan bangsa. Ketakutan akan terjadinya kegagalan jika negeri ini dinahkodai oleh pemuda masih menjadi faktor utama yang menyebabkan generasi muda jarang mendapat kesempatan untuk berkiprah di dalam negeri. 
Dari uraian ini dapat dilihat bahwa adanya ketidakpercayaan antar generasi bangsa yang berakibat pada stagnanisasi perkembangan bangsa. Lalu bagaimana solusinya? Pemuda dan pelajar-pelajat SMP, SMA, dan mahasiswa tidak perlu pusing memikirkan ‘jatah’ kapankah akan diberi kesempatan untuk berkiprah menjadi pejabat negara. Dalam pembangunan nasional bukan hanya pembangunan fisik yang diperlukan, namun juga pembangunan moral dan karakter sosial yang akan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas pembangunan fisik. Maka peran masyarakat muda dapat didefinisikan sebagai 1) agen perubahan. Pemuda menjadi generasi yang memberikan tauladan yang baik untuk masyarakat dan orang-orang yang seusianya, di atas usianya dan di bawah usianya. Pemuda menjadi pelopor perubahan yang dimulai dari saat ini, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari hal yang terkecil. 2) Agen perintis. Pemuda harus merintis hal baru dalam kehidupan, menciptakan inovasi dan kreatfitas dari intelektualitas yang dimilikinya. Apa yang belum pernah dilakukan oleh orang-orang disekitar, maka janganlah ragu untuk mengawalinya. Tidak perlu banyak bicara dan banyak menuntut. Cukup buktikan dengan karya maka orang-orang akan terdiam dan berdecak bangga dengan apa yang telah berhasil dilakukan. Jika gagal, maka jangan tunjukkan keputusasaan dan rona wajah kesedihan. Segeralah bangkit dan kembalilah berkarya. 

Sebagai epilog, marilah kita merenung. Generasi pemimpin yang baik adalah yang bukan hanya bisa memakmurkan masyarakatnya yang sekarang masih hidup. Generasi pemimpin yang baik adalah generasi yang juga masih memikirkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya yang akan datang yang sekarang belum terlahir di dunia. Termasuk yang manakah kita? (/zan)

0 komentar:

Posting Komentar

Pribadi seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India