20 Jul 2015

Aku Bangga Jadi Haroki



* Harakah Islamiyah, artinya gerakan Islam. Yaitu gerakan skelompok Muslim, dengan metode tertentu, untuk mencapai kemaslahatan Ummat.


* Para aktivisnya sering disebut HAROKI (orang pergerakan).

* Harakah biasanya memiliki aturan internal & disiplin tertentu. Ini dimaksudkan, agar gerakan mereka tertata rapi, solid, efektif.

* Harakah berbeda dengan konsep MAJELIS TAKLIM, PENDIDIKAN FORMAL, atau BIROKRASI NEGARA. Meskipun, bisa saja orang-orang Haraki masuk ke tempat-tempat itu.

* Harakah umumnya dibangun di sebuah negara SEKULER. Tujuannya, ingin membawa negeri itu ke arah ISLAMI.

* Jika sbuah negara sudah Islami, konsep Harakah tidak dibutuhkan lagi. Malah harakah itu bisa ikut menjaga kehidupan Islam semampunya. Jadi harakah adalah: al wasilah li ishlahil Ummah (suatu sarana untuk memperbaiki Ummat).

* Sehingga, harokah hakikatnya adalah JIHAD, tetapi bukan dengan berperang, melainkan dengan Dakwah dan Kaderisasi SDM.

* Kadang Harakah menempuh strategi "bawah tanah", rahasia, ketat dalam soal anggota. Hal itu karena banyak pihak-pihak yang memusuhi, dari kalangan sekuler maupun Barat. Ia dibuktikan melalui fakta-fakta yang banyak dari masa ke masa. Di mana ada dakwah tauhid, seringkali dimusuhi anasir-anasir tiran.

* Apakah merahasiakan gerakan itu suatu dosa? Jawabnya, para pemuda Al-Kahfi pun dulunya merahasiakan gerakan mereka. Sampai ada kata "fal yatalatthaf" (hendaknya dia membeli makan dengan tenang, lunak, jangan tergesa sehingga mencurigakan orang).

* Tapi strategi itu sering disalah-pahami sebagai hizbiyah, bid'ah, memecah belah. Padahal Nabi dan Shahabat biasa melakukan upaya-upaya rahasia, untuk menyembunyikan gerakan mereka, terutama di Makkah.

* Beberapa fakta SIRAH NABAWIYAH perlu disebut: majelis Darul Arqam itu rahasia, dakwah ke peziarah Haji juga rahasia, Baiat Aqabah I dan II rahasia, gerakan hijrah ke Madinah rahasia, dan lain-lain.

* Intinya, tidak mengapa merahasiakan gerakan, selama ada pihak-pihak yang memusuhi missi perjuangan Islam.

* Bahkan upaya mendirikan DAULAH ABBASSIYAH, kemudian menggusur Umayyah, sepenuhnya rahasia, sangat disiplin, militan sekali. Toh tidak ada ulama Ahlus Sunnah yang mengingkari/menafikan Dinasti Abbassiyah. Imam-imam Ahlus Sunnah & Imam Hadits muncul di zaman Abbassiyah ini.

* Untuk menilai Harakah ada 3 poin penting: AKIDAH, TUJUAN, dan SARANA. Akidah harus SUNNI atau AHLUS SUNNAH. Tujuan: Menegakkan Syariat Allah di muka bumi. Sarana atau strategi dipilih sesuai ijtihad ulama, dengan pertimbangan mencapai hasil terbaik.

* Islami tidaknya suatu gerakan, lihat TUJUAN-nya (yakni al-ghayah). Lurus tidaknya gerakan itu, lihat al aqidah (yakni keyakinan). Dan terkait sarana (al wasilah) itu masuk area ijtihad ulama. Ijtihad diperbolehkan. Bahkan ada kaidah "al ijtihad laa yudhaddu bil ijtihad" (satu ijtihad tidak bisa dilawan dengan ijtihad lain).

* Banyak orang dengan SEENAKNYA menyerang Harakah Islamiyah kalangan Sunni sebagai bid'ah, hizbiyah, sesat. Lalu yang benar menurut mereka yang mana? Katanya, yang MENDAPAT RESTU PENGUASA sekuler. Apa mungkin mereka merestui missi Islam? Akhirnya kita jadi paham, orang-orang itu berdiri di sisi kaum Islami atau sekuler. Akidah mereka membela sekularisme, dan memusuhi Islam.

* Padahal ulama sepakat, sekularisme itu kekafiran, jahiliyah, atau kemusyrikan. Tokoh-tokoh Masyumi menyebutnya LAA DINIYYAH (tidak ada agamanya).

* Ummat Islam harus tahu dan sadar, putra-putra Haraki selama ini SANGAT BANYAK BERPERAN menjaga agama Allah di negeri-negeri Muslim. Baik Ummat mengetahui itu atau tidak. Jasa-jasa besar ini adalah bukti yang tidak boleh diingkari.

* Paling parah, ada yang menyebut kalangan Harakah sebagai Khawarij.

BANTAHAN: Khawarij akidahnya jelas memusuhi kaum Muslimin. Sedangkan tujuan Harakah adalah membela kepentingan Ummat dan Islam. Bagaimana bisa pihak PRO ISLAM kok disebut Khawarij?

* Paling parah lagi, para pencela itu sering tidak mau diajak tabayun, klarifikasi, atau debat terbuka. Seolah yang mereka inginkan adalah "yasuddunan nasa 'an dinillah" (menghalangi manusia dari agama Allah). Na'udzubillah min dzalik.

* TAPI ada satu kritik untuk kalangan Harakah Islam. Hendaknya mereka jangan fanatik buta, dengan menafikan gerakan-gerakan lain. Hendaklah mereka mau BEKERJASAMA dengan gerakan-gerakan Islam lain, untuk mencapai MASLAHAT BERSAMA. Jangan membatasi makna Islam pada kelompok sendiri saja. itu Hizbiyyah namanya !!

* Benar kata ulama, Harakah Islam adalah "jama'ah minal muslimin" (satu kelompok dari kalangan Muslim); bukan "jamaatul muslimin" (representasi Ummat paling sah).

* TERAKHIR, adanya kesalahan individu tidak boleh menjadi alasan MENCELA suatu harakah. Namanya manusia, tidak lepas dari salah & dosa.

Ada kaidah: "Kemuliaan Islam tidak diwakili perbuatan seorang Muslim."

Maka, hendaknya para aktivis Islam saling nasehati dalam kebenaran & kesabaran. Na'am...

* Demikian, smoga tulisan kecil ini brmanfaat. Amin Ya Rahman.

sumber : Faishal Ali

1 komentar:

Rizkia Fadhilah mengatakan...

Sepakat !!
Selama AKIDAH-nya lurus (Ahlussunnah), TUJUAN-nya jelas (Menegakkan syariat Allah di muka bumi), dan SARANA-nya atau strategi dipilih sesuai ijtihad ulama, dengan pertimbangan mencapai hasil terbaik, dan LANDASAN-nya AL-Qur'an dan As-Sunnah dg pemahaman salafus-shalih.. di zaman skrg ini yg makin maraknya wabah Sepilis (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme) nampaknya ummat muslim harus ttap brsinergi dlm mlakukan prgerakan, krn medan dakwah saat ini tak lagi sama.
Kelompok apapun yg dipilih slma ke-empat kmponen di atas trpenuhi, mjd muslim pergerakan, why not?
slma masih pada jalur2 yg tdk menyimpang..
semoga Allah snantiasa mmbrikan taufiq kpd kita.

Posting Komentar

Pribadi seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India