17 Okt 2010

Islamku, Banggakah Aku Denganmu?



“Halo coy, gimana kabar loe?”
“Guwe fine bro!”
Mungkin inilah kata – kata yang sering kita dengar dari teman – teman kita saat mereka bertemu satu sama lain. Dengan santai dan enak mereka menggunakan salam dan sapa dengan bahasa gaul dan modern. Pertanyaannya sekarang, apakah mereka itu termasuk orang – orang yang muslim? Ternyata dari hasil pengamatan penulis, mereka semua merupakan orang – orang yang telah berikrar dalam hatinya bahwa mereka adalah orang – orang muslim. Lalu dikemanakan syariat salam dan berjabat tangan yang telah diajarkan oleh Rasul kita yang agung baginda Nabi Muhammad SAW?

Bukan hanya itu, gaya hidup pemuda islam saat ini telah banyak mengalami pergeseran dari syariat hukum yang diajarkan oleh islam. Mereka cenderung lebih untuk memilih bergaya hidup dengan budaya – budaya bangsa barat yang dirasa lebih mengalami kesan modern dan gaul. Hal ini dapat kita lihat dari cara berbusana para muda. Setiap hari kita sering melihat pemuda pemudi atau bahkan teman kita menggunakan celana jeans yang bercorak robek – robek yang sering dipakai oleh teman – teman remaja laki – laki. Bahkan yang lebih memprihatinkan, ketika mereka melaksanakan sholat, mereka pun masih menggunakan pakaian – pakaian yang kurang sopan. Padahal sholat adalah ibadah suci saat dimana seseorang menghadap Sang Pencipta.
Telah banyak pemuda dan pemudi islam yang telah terpedaya dengan tipuan kaum – kaum liberalis yang selalu berusaha menanamkan nilai – nilai amoral pada generasi islam. Bangsa – bangsa materialis telah merasuki remaja islam melalui gerakan 3F yaitu food, fashion, and fun. Agen barat telah mengekspansi negara – negara Islam dengan food, yaitu mereka dengan sengaja membuat makanan yang berbahan baku yang tidak jelas nilai halal ataupun haramnya. Kemudian mereka berusaha merubah gaya hidup orang – orang muslim melalui fashion. Banyak kita melihat bahwa pemuda atau pun islam yang sangat hobi untuk berganti – ganti model pakaian, utamanya adalah remaja putri kita. Kita melihat di pusat – pusat perbelanjaan, di pasar – pasar, atau bahkan di kampus – kampus, mereka berbusana tak selayaknya busana orang beriman. Mereka menggunakan baju ketat, bahkan taj sedikit yang tidak menutup aurat. Astaghfirullah . . .semoga kita senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dari perbuatan yang sia – sia.
Hal berikutnya adalah terkait dengan kebiasaan fun. Berbagai manuver telah disiapkann oleh negara – negara musuh islam untuk meracuni otak para generasi muslim baik itu generasi yang masih berusia belia maupun orang – orang muslim yang sudah berumur sekalipun. Kita melihat diacara televisi, berbagai macam film kartun yang notabenenya sangat disukai anak – anak disiarkan saat adzan magrib berkumandang. Secara otomatis ini membuat anak – anak menjadi malas untuk pergi melaksankan sholat berjamaah di masjid karena lebih asyik menonton acara kartun favoritnya di televisi. kemudian juga kita sering melihat aksi pemuda dan pemudi kita yang sering nongkrong di pinggir jalan mulai dari waktu magrib sampai larut malam. Lalu bagaimana kewajiban mereka untuk menunaikan ibadah sholat isya’ secara berjamaah di maasjid? Apakah mereka sengaja membiarkan masjid – masjid kosong tanpa kehadiran mereka?
Jenis fun yang lain adalah maraknya permainan video game atau game online yang disediakan di warnet – warnet dekat perumahan kita. Berjam – jam saudara muslim kita menghabiskan waktu mereka di sana. Tanpa menghiraukan waktu sholat dhuhur ataupun sholat ashar, mereka terus saja bermain sepuas hati mereka. Apakah seperti itu perilaku muslim seharusnya?
Jika telah melihat fakta seperti yang terjadi sekarang, apakah masih ada remaja – remaja yang senantiasa ikhlas merasa bangga akan keislamannya? Kita sebagai generasi islam yang paham atas permasalahan ini marilah mulai dari sekarang kita janganlah ragu ataupun merasa malu dengan keislaman kita. Dengan segala kerendahan hati dan menghindari sikap riya’, kita berusaha melawan ancaman yang datang dari musuh – musuh islam yang dengan halus menyerang dan mengarahkan kita ke dalam kesesatan yang nyata.

0 komentar:

Posting Komentar

Pribadi seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India