14 Jul 2013

Ramadhan, ADK not only EO but also . . .

Ramadhan, semua tentu senang menyambutnya. Semua berlomba-lomba melakukan ibadah agar pahala berlipat ganda jatuh pada dirinya. Tak terkecuali masyarakat kampus yang oleh sebagian orang diberi label julukan ADK (Aktivis Dakwah Kampus). ADK ini biasanya disematkan kepada mahasiswa yang aktif di lembaga dakwah kampus tingkat jurusan, fakultas, atau institut. Kadangkala julukan ADK ini ditempelkan ke mas-mas yang jenggotan atau mbak-mbak yang jilbabnya gedhe. Ya mereka itu ADK. Lantas, gimana para ADK ini menjalani Ramadhan ? secara mereka rata-rata adalah orang-orang aktivis kegiatan alias panitia kegiatan.

RDK, kali ini judulnya RDK 34. Acara tahunan rutin yang diadakan di salah satu kampus di Indonesia. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, RDK menyajikan seabrek aktivitas dakwah yang tentunya memiliki visi “mensholihkan ummat”. ADK yang tergabung dalam panitia RDK telah merancang sedemikian rupa sehingga kegiatan-kegiatan RDK ini dapat berlagsung spektakuler. Pagi siang sore malem, mereka syuro. Memikirkan konsep, efektvitas, pengaturan SDM, dll agar kegiatan-kegiatan RDK ini tetap terjaga esensinya. Tak bisa terelakkan, tersedotnya waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurus kegiatan ini itu menjadi resiko tersendiri bagi seorang ADK. Ramadhan yang mestinya adalah sebagai bulan penuh ibadah, harus rela menjadi bulan yang penuh dengan syuro. Ramadhan yang biasanya sebagai momen memperbanyak tilawah, harus berubah menjadi pelepas rasa lelah karena padatnya agenda RDK. Alhasil, target tilawah tak tercapai, tarawih dua rakaat sdh merem melek, qiyamul lail sedapatnya, ba’da subuh tidur lagi, dan dzikir sering terlewatkan.

Apakah begini ADK membersamai Ramadhan? Semua pasti akan kompak menjawab ‘tidak’. Lantas, salahkan agenda-agenda RDK yang telah dirancang sebagus mungkin tadi itu? Tentu semua juga akan menjawab ‘tidak’. Lalu siapa yang bertanggung jawab jika ada ADK yang profilnya seperti ilustrasi tersebut?

Karena ADK adalah makhluk special di perguruan tinggi. Mereka telah tertarbiyah , dan harusnya menjadi sosok yang lebih paham daripada mereka yang tidak tertarbiyah. Padatnya agenda seorang ADK yang telah biasa ia temui di luar Ramadhan, seharusnya mampu menjadikannya seorang profesional tatkala ia bertemu dengan Ramadhan. Pasalnya, agenda-agenda dakwah yang ada seolah tak ingin melihat ADK bisa nyantai dikit. Keadaan yang seperti ini seolah-olah diperparah dengan kondisi yang semuanya minta didahulukan untuk diperhatikan. So, tak sedikit ADK yang bingung, mau ngurusin syuro dulu atau kejar target tilawah ?? Atas kondisi seperti ini, relakah jika ibadah kita terkorbankan?

Sekali lagi tentu semua kompak mejawab ‘tidak rela’. Sebagaimana yang kemarin pernah saya sampaikan ke pejuang kobar bahwa kita harus berusaha menjadi panitia RDK yang profesional. Profesional artinya menjadi pelayan ummat yang tak lupa melayani diri kita sendiri. Ibarat kata, “janganlah kalian menjadi lilin yang rela dirinya hancur demi menerangi sekitar, tapi jadikanlah diri kalian seperti obor yang tetap utuh tegar saat panasnya api membakar dirinya”.

Ramadhannya ADK bukan hanya ia menjadi event organizer, namun juga diiringi peningkatan amal yauminya.
Ramadhannya ADK bukan hanya terhabiskan oleh syuro konsepan acara, namun juga diikuti keterjagaan untuk menghadap Rabb-nya di saat yang lain terlelap tidur.
Ramadhanya ADK bukan hanya terfokus pada targetan jumlah peserta acara kajian, namun juga fokus pada targetan Ramadhan yang telah sejak awal ia azamkan untuk tercapai.

Maka tetaplah tersenyum di saat-saat sulit. Tetaplah tersenyum saat dana kobar mulai menipis. Tetaplah tersenyum saat tiba-tiba pembicara membatalkan datang kajian subuh. Tetaplah tersenyum saat satu demi satu OC mulai pulang kampung. Dan tetaplah tersenyum tatkala nasi bungkus kobar tersisa banyak. Karena tersenyum tanda keikhlasan. Semoga mencerahkan.

*untuk para pejuang RDK, SC, OC, kami bangga dengan kerja-kerja antum (semua). Karena tak sedikit orang yang merasa iri atas pahala besar yang kelak akan kalian terima.
*untuk PH Kabinet Ekspansi Dakwah. Jagalah mereka dengan baik, karena menurut kami kalianlah sebaik-baik pelindung untuk mereka setelah Allah dan Rasul-Nya. 


1 komentar:

Riskha Oktavia mengatakan...

sip, jazakallah mas.

Posting Komentar

Pribadi seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India