24 Agt 2012

Karena Melihatmu Ku Tulis Ini


Tak terasa punggung ini sudah berusia 25 hari sejak amanah dunia akhirat itu diberikan.  Ya. Semua tahu bahwa itu adalah bukan urusan sepele yang bisa dianggap sesuatu hal yang biasa-biasa saja. Maka bukanlah suatu hal yang aneh ketika anak manusia di dibebankan merasa risau terhadap apa yang diberikan. Saya tidak akan menggunakan kata “beban” untuk menggambarkan amanah ini. Saya menyebutnya sebagai beban yang menyenangkan”.
                Apa itu saudara2? Pasti kita sudah begitu banyak mendengar, membaca, dan berdiskusi tentang jalan dakwah yang sering (baca:selalu) kita akui bahwa ini adalah jalan yang sukar, penuh dengan aral rintangan yang datang menghadang (kayak lirik lagu apa ya?) sehingga secara tak sadar telah membawa pikiran bawah sadar kita untuk menganggap sepele aktivitas di jalan ini yang sesungguhnya sangat menyenangkan dan penuh barokah ini. Lalu, apa ?? ketika kita telah mendeklarasikan bahwa jalan ini adalah jalan yang penuh duri yang akan menyiksa (sadis banget kayaknya), banyak rintangan, banyak godaan, banyak kesusahan dan kepayahan lalu mengapa kita masih mengeluh?? Mengapa kita masih sambat kepada manusia yang lemah yang bahkan tak tau apa yang akan terjadi pada dirinya 1 menit kemudian. Maka melalui paragraf ini marilah kita bersama menengok shirah orang-orang shaleh terdahulu yang harum semerbak ibrah-nya yang penuh keteladanan.  Bilal bin Rabbah yang terhimpit batu besaaar di tengah teriknya jazirah arab waktu itu, Siti 'Aisyah yang terkena fitnah dengan salah seorang sahabat Nabi karena tertinggal dalam perjalanan, para tabi’in dan tabi’it tabi’In yang memilih untuk tinggal dalam penjara karena lebih memilih untuk mengamankan keselamatan al haq dan aqidahnya daripada harus menuruti kemauan penguasa waktu itu yang dzalim. Para sahabat-sahabat Rasul shollallahu ‘alaihi wassaalam yang mengalami penderitaan fisik maupun batin tatkala berperang menghadapi melawan kaum kuffar. Kemudian bisakah kita membayangkan perasaan Siti Maryam ibunda Nabi Isa ‘alaihissalam yang tanpa suami tiba-tiba melahirkan seorang anak secara tiba-tiba? Bagaimana tanggapan sosial warga arab saat itu kepada Maryam??
                Baiklah. Tak ada satupun dari kita yang tak mengharap surga. Mereka para salafusshalih mengharap surgadan keridhoaan Allah , kita mahasiswa yang sedang belajar di ITS juga mengharap haln itu bukan? Perjuangan mereka seperti itu, kita seperti ini. Pantaskah? Kita, utamanya saya, selalu mengeluh tatkala dakwah ini sepi, selalu mengeluh tatkala bekerja seorang diri, selalu mengeluh ketika ditinggal partner kerja, selalu mengeluh ketika partner kerja ndak beres kerjanya, selalu mengeluh ketika tak imbang dalam mengatasi kuliah dan amanah-amanahnya (sengaja dibuat jamak cz biasanya amanah anak ITS bejibun banyaknya), selalu mengeluh sana sini.
                Lalu? Ayo jangan mengeluh lagi saudara (tanda seru). Pahami semua keadaan sebagai salah satu tantangan dan ujian yang diberikan oleh Allah untuk hamba-Nya. Bukankah semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menghembusnya? Mari bersama mengingat apa yang telah terjadi pada diri kita selama ini. Allah akan menempakan ujian yang pas untuk tiap personality manusia. Para sahabat yang memiliki kekuatan fisik seperti BIlal bin Rabbah akan diuji oleh hal-hal yang berkaitan dengan fisik pula. Aisyah dan Siti Maryam telah diuji dengan cobaan fitnah yang menyakitkan perasaan seorang ummahat. Maka, pahamilah Allah telah memberikan hadiah kepada hamba-Nya yang bertaqwa berupa musibah dan kesusahan, dan kesulitan. Namun, di setiap kesusahan itu ada kemudahan dan di setiap kesulitan itu ada kemudahan yang selalu membersamai. Hanya dengan berjamaah jalan yang sukar dan panjang itu dapat kita lalui untuk menggapai ridho-Nya.


"Jika ada seonggok kemanusiaan terkapar, siapa mengaku bertanggung jawab, jika semua pihak menghindar, maka biarlah aku yang menanggungnya sebagian atau seluruhnya" (Ust. Rachmat Abdullah)

--Nasihat Pribadi untuk diri sendiri, dan untukmu yang merasakan--
*dari seberkas cahaya

0 komentar:

Posting Komentar

Pribadi seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India