26 Jan 2011

Menculik Murobbi


Hari ini jadwal liqo pekanan…
Para mutarabbi sudah berbenah pakaian…
Setelah kemarin menyiapkan setoran hafalan…
Mutarabbi ikhwan sudah siap sedia dengan baju koko plus alqur’an..

Semua binaan sudah siap menerima kajian..
Sembari posisi duduk membentuk lingkaran…
Lama ditunggu kok murabbi-nya belum juga datang?
Kemana gerangan?

Tumbe-tumbennya telat datang sampai jam sekian?
Ditelpon malah mailbox yang jawab “Silahkan tinggalkan pesan” Waduh…waduh…masing-masing mutarabbi udah pasang muka tegang
Takut kalo halaqah pekan ini bakal di batalkan…
Padahal lagi semangat pengen dapat pencerahan…
Pada saat genting itulah sang ketua kelompok memberi aba-aba untuk tetap tenang..
Sembari mengeluarkan ide aneh tapi brilian…
“Gimana kalo kita coba datangi rumah beliau? Barangkali disana beliau ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan. Sepakat teman-teman?”
Tanpa pikir panjang semua pun mengacungkan tangan tanda kesepakatan..

Akhirnya rombongan mutarabbi tiba juga di rumah Murabbi yang sederhana tapi menyejukkan…
Didepan rumah ketemu sama istri Murabbi yang lagi nyapu halaman…
Setelah mengucapkan salam barulah mereka menyampaikan maksud dan tujuan…
Owwhh…istri Murabbi bilang kalo suaminya memang lagi ada urusan…
Mendadak disuruh tetangga kampung sebelah jadi saksi anaknya yang mau nikahan…
Akhirnya mereka memutuskan minta alamat yang empunya hajatan…
Dan bergegas menuju kesana dengan motor masing-masing berboncengan…
Cuma satu motor yang sengaja dibawa sendirian…
Buat nanti boncengin Murabbi yang memang ga punya alat transportasi alias kendaraan..

Sesampainya di tempat walimahan mereka memasang mata pelan-pelan…
Mencari sosok sang Murabbi yang jadi incaran…
Ohhh….itu beliau yang lagi ngobrol sambil makan-makan…
Tanpa basa-basi lagi mereka lalu mendatangi sang Murabbi yang kaget melihat mereka bukan kepalang…
Baru sadar…kalo beliau lupa menyampaikan ketidakhadiran sama para binaan….
Setelah menyampaikan alasan mereka dengan maksud yang ahsan…
Sang Murabbi pun mohon pamit sama empunya hajatan untuk segera pulang…
Dengan siaga para mutarabbi mempersilahkan sang Murabbi untuk ikut mereka ketempat halaqah di kost-nya si Fulan..

Alhamdulillah…misi “menculik” Murabbi pun kesampaian…
Hehe…walaupun caranya dengan terang-terangan…
Ga kaya di Film yang penculiknya berwajah sangar dan menyeramkan..
Ini sih..yang nyulik semuanya penculik amatiran…
Berwajah teduh tapi menenangkan bagi siapapun yang memandang…
Eitss…hanya berlaku buat ikhwan…

Happy ending…semuanya pun kembali pada agenda kajian pekanan yang sempat tertunda beberapa jam berselang…
Demi misi sebuah drama penculikan…
“Menculik” Murabbi kesayangan….

3 komentar:

anoman mengatakan...

bagus nih tulisan,

Anonim mengatakan...

assalamu;alaikum wrwb.salam ukhuwah.kunjungan pagi .main2 di blog ana ya..
di http://penamerangkai.wordpress.com

Anonim mengatakan...

hehehe.... tulisan ringan lucu n menyegarkan
_robitun el-butuhi_

Posting Komentar

Pribadi seseorang tercermin dari apa yang diucapkannya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India