29 Agu 2015

ITS : Gerakan Cinta Subuh !

 
 
Kabar gembira datang dari tanah air tepatnya di (eks) almamater, kampus perjuangan ITS Surabaya wa bil khusus dari masjid Manarul Ilmi. Setelah beberapa waktu lalu TL sempat gempar lantaran foto jamaah sholat dhuhur di ITB, sekarang muncul foto gerakan sholat subuh berjamaah di masjid kampus Manarul Ilmi ITS.
 
Gerakan cinta subuh di ITS ini dimotori dan dikampanyekan langsung oleh rektor ITS, Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES. Ph.D yg berkolaborasi dengan institusi BEM ITS serta Lembaga Dakwah Kampus JMMI ITS.
 
Beliau tak malu menyampaikan bahwa gerakan ini terinspirasi dari kebijakan pemerintah Turki yang mampu bertransformasi menjadi negara mandiri tanpa bantuan pinjaman dari luar negeri. Hal itu dilakukan oleh pemerintah Turki melalui tiga program nasional mereka, yakni gerakan sholat subuh di masjid, gerakan infaq sodaqoh dan gerakan ekonom umat.
 
"Saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya karena harus berangkat di sepertiga malam terakhir. Namun, saya ucapkan selamat karena Anda berhasil melawan kantuk dan malas. Sesungguhnya inilah esensi spiritual ketika kalian masuk pertama kali di ITS, bukan hanya mengejar gelar, namun Anda mengawali kuliah di ITS ini untuk mencari ridho Allah swt." (Hermana, 2015)
 
Program yang tadi diikuti oleh lebih dari 5000 jamaah sholat subuh itu juga diisi tausiyah oleh Ustadz Budi Ashari, da'i kondang pengisi acara Khalifah TRANS 7.
 
Kami berharap kebijakan dan gerakan ini bisa ditiru oleh seluruh kampus di Indonesia. Semoga ke depan gerakan sholat subuh berjamaah ini bisa istiqomah serta dapat dilakukan secara sadar oleh setiap individu muslim secara umum. Sebab, ummat islam tak akan menang dan mencapai puncak kejayaan sebelum jumlah jamaah sholat subuh sama dengan jumlah jamaah sholat Jumat !
 
‪#‎SelamatBerjuang‬.

Jamaah Tabligh, Al Ikhwan Muslimun atau Salafiyyun?




Samahatu As-Syaikh Abdulaziz bin Baz rahimahullah ditanya:

“Engkau mengetahui wahai Syaikh fenomena yang terjadi saat ini, munculnya beraneka ragam jamaah, seperti jamaah tabligh, jamaah ikhwan, salafiyyah dan jamaah yang lainnya. Setiap dari jamaah itu mengklaim bahwa mereka lah yang benar dalam mengikuti sunnah. Oleh karena itu wahai syaikh, jamaah yang manakah yang berada diatas kebenaran? Siapa yang harus kita ikuti dari mereka? Sebutkanlah namanya? Jazakallahu khairal jazaa`”

Beliau menjawab: 

Engkau telah mendengar dalam ceramah dan komentarnya, siapakah jamaah yang layak untuk diikuti. Jamaah yang wajib untuk diikuti dan diterima manhajnya adalah para penganut jalan yang lurus, mereka pengikut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para pengikut Kitab dan sunnah yang mengajak kepada kitabullah dan sunnah rasul-Nya ‘alaihish shalaatu was salam.
 
Adapun jamaah-jamaah yang lainnya, hendaknya engkau tidak mendengar dari mereka kecuali yang sesuai dengan kebenaran, baik itu dari kalangan ikhwan muslimun, jamaah tabligh, anshor sunnah atau dari orang-orang yang mendakwa bahwa mereka salafiyyun, jamaah islamiyyah atau yang lainnya, apa pun nama yang mereka gunakan, atau yang juga menamai diri mereka sebagai ahli hadis, mereka hanya diikuti dalam kebenarannya saja. Jika mereka sesuai dengan dalil diikuti, jika tidak maka ditolak. 

Kita katakan, “tidak, ini kesalahan yang ada pada kalian.” Atau “Kalian telah keliru dalam masalah ini.” “Kami sepakat dalam urusan yang sesuai ayat atau hadis, yang menyepakati ijmak para ulama dan ahli sunnah wal jamaah. Adapun perkataanmu yang ini, atau perbuatanmu yang itu, hal ini telah menyelisihi kebenaran.”

Inilah yang dikatakan ahli ilmu tentang mereka. Ahli imu yang mengetahui jamaah-jamaah islamiyyah ini: jamaah tabligh, jamaah ikhwan, jamaah anshor sunnah, jamaah salafiyyah. Ahli ilmu yang berpegang kepada al Qur`an dan sunnah, yang mendalami agama melalui al Kitab dan sunnah, mereka lah yang mengetahui rincian dari jamaah-jamaah ini. Seluruh jamaah-jamaah ini memiliki sisi kebenaran dan kebatilan. Tidak ada yang maksum. Akan tetapi, kebenaran itu adalah yang berdiri diatas dalil. Maka, yang sesuai dengan dalil al Qur`an dan sunnah Rasul-Nya dari jamaah-jamaah ini, atau dari madzhab Hanbali, Syafi’I, Maliki, Dzahiri, Hanafi atau yang lainnya, itulah yang benar.”
 
[Dikutip dari “Al Fiqhu Fid Din” hal. 67 - 68, transkrip Muhadhoroh Syaikh Shaleh al Fauzan hafidzahullah dan Ta’liq Syaikh Bin Baz rahimahullah]

7 Fakta Ilmiah Seputar "Isbal"


Berikut 7 fakta ilmiah seputar isbal :

  1. Para ulama sepakat bahwa isbal yang disertai kesombongan haram hukumnya.
  2. Masalah Isbal yang tidak disertai kesombongan merupakan wilayah khilafiyyah Ijtihadiyyah.
  3. Pendapat arus utama dalam setiap madzhab yang empat dalam masalah isbal adalah makruh, tidak haram.
  4. Haramnya isbal adalah pendapat Ahmad (dalam satu riwayat yang tidak masyhur), Adz-Dzhaby dan Ibnu Hajar dari kalangan Syafi'iyyah, Ibnul Araby dari kalangan Malikiyyah.
  5. Ada dua nukilan pendapat Ibnu Taimiyyah dalam masalah Isbal. Ibnu Muflih dalam "Adab Syar'iyyah" menukil bahwa Ibnu Taimiyyah memilih pendapat tidak haram.
  6. Tidak ada maksud para ulama (yang tidak mengharamkan isbal) untuk menentang hadis-hadis Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam terkait masalah ini, mereka hanya memahami hadis berdasarkan metode istinbath yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
  7. Shohibul status tidak musbil dan memilih pendapat yang mengharamkan secara mutlak, namun toleran kepada yang berpendapat berbeda.

Wallahu a'lam,


oleh : Abu Khaleed

27 Agu 2015

Catatan Perjalanan Detention Center

 
Hari ini kami diberi kesempatan untuk mengunjungi salah satu detention center di salah satu sudut kota Taipei. Para tenaga kerja yang kurang beruntung itu mau tidak mau harus tinggal di balik pagar jeruji besi yg disebabkan berbagai persoalan semisal masalah administrasi, paspor / visa yang expired, sampai masalah ribut dengan agen atau bos mereka sendiri.

Tujuan kunjungan kami adalah seperti biasa, sedikit berbagi rezeki dan sembari memberikan sedikit tausiyah agar mereka tetap terhibur dan merasa dipedulikan, serta tentunya untuk saling mengingatkan agar senantiasa menjaga sholat dan ibadah.

Yang membuat khawatir adalah, bahwa ternyata setiap jam kunjungan dibuka, selalu ada misionaris Nasrani yang membagikan harta dan makanan kepada mereka para detainee. Proyek Nasranisasi itu rutin dilakukan oleh para misionaris setiap pekan, dengan ceramah ala mereka dan tentunya ajakan untuk mengikuti agama mereka.

Tentu ini menjadi kewajiban dakwah bagi da'i yang ada di sini untuk lebih memperhatikan kondisi ini. Mohon do'a dan dukungan dari teman-teman sekalian agar saudara-saudara kita tetap terjaga iman dan akidahnya. Dan semoga kami diberi kekuatan, kesehatan, kelapangan waktu dan semangat oleh Allah swt agar lebih bisa untuk saling menjaga dalam keimanan serta saling menasihati dalam taqwa dan ketaatan. Sungguh, setiap muslim itu adalah bersaudara.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India